Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Teks Pidato>Hukum Kausalitas dalam pandangan Imam al-Ghazali

Hukum Kausalitas dalam pandangan Imam al-Ghazali

oleh: Alaydrus    
ª
 
بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam filsafat islam, siapa yang tak kenal Imam al-Ghazali, seorang filsuf yang juga berkiprah dalam dunia tasawwuf. dari kegiatannya pula sebagai seorang sufi, menyebabkan ia menentang hukum kausalitas (sebab akibat) yang menurut orang awam hukum kausalitas itu memang fakta dan nyata, namun tidak dengan al-Ghazali.
Sebagai contoh, api itu sifatnya ialah membakar, maka apapun benda yang dikenai api pasti terbakar.
Dalam hal ini saya memberikan contoh kisah Nabi Ibrahim yang sejatinya ia pernah dibakar oleh Raja Namrudz, raja yang hidup dizamannya. Dalam hal ini, Ibrahim dibakar oleh Nabrudz dikarenakan ia menghancurkan berhala-berhala sesembahan pengikut namrudz. Maka dibakarlah Ibrahim didalam tumpukan kayu diatas api yang menyala begitu besarnya.
Secara logika, Nabi Ibrahim yang dibakar api ini pasti akan hangus bahkan menjadi debu seiring kayu bakar yang menjadi abu. namun pada ceritanya, justru ia selamat tanpa luka bakar sedikitpun ditubuhnya.
Dari hal inilah, sebenarnya al-Ghazali memberikan penjelasan bahwa sesungguhnya tidak semua hal itu ada kausalitas, dalam arti ada sebab ada akibat. Namun diantara kehebatan kausalitas, ada Tuhan yang mempunyai kekuasaan sepenuhnya untuk menjadikan kausalitas itu terjadi ataupun tidak.
Misalkan lagi, kita punya kapas, kemudian kita bakar kapas tersebut, menurut kita itu adalah kausalitas (sebabnya kapas itu dibakar, maka akibanya ia akan hilang/ menjadi abu kapas). Namun saya menganalogikan, bahwa menurut al-Ghazali bukan api yang menyebabkan kapas itu terbakar, namun semuanya karena kehendak Tuhan.
Kesimpulannya, al-Ghazali sendiri merupakan seorang filsuf, namun ia juga seorang sufi, sehingga pemikiran beliau senantiasa berbeda dengan para filsuf islam yang lainnya seperti Ibn Rusy dll. Ia lebih kental kesufiyannya, ketimbang kefilsufannya.
Diterbitkan di: 27 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolong jelaskan donk, dengan singkat dan jelas pokok pemikiran kefilsafatan dari socrates, plato dan aristoteles.. sama apa sih hubungan antara ilmu pengetahuan, filsafat dan agama? thanks.. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.