Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Berbakti Kepada Orang Tua

oleh: AbuSalma     Pengarang : KH M Djamaluddin Ahmad
ª
 
  • Ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua di antaranya ialah, yang ada pada surah An-Nisa' ayat 36

  • "Sembahlah Allah dan janganlah kamu memper-sekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang tua (ibu-bapak), sanak kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri"

    (QS. An-Nisa': 36)

    Dalam ayat di atas dapat diambil suatu pengertian;

    1. Kewajiban menyembah Allah.
    2. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun.
    3. Kewajiban berperilaku baik kepada kedua orang tua (ibu-bapak), sanak-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan seterusnya menurut urutan yang disebutkan dalam ayat di atas.

  • Hal ini juga dikuatkan oleh hadits Nabi SAW;

    Diriwayatkan bahwasanya Ibnu Mas'ud t bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: "Amal apakah yang paling disenangi Allah?" Nabi SAW menjawab: "Shalat tepat pada waktunya." Ibnu Mas'ud ber-tanya: "Lalu amal apa?" Nabi SAW menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua." Ibnu Mas'ud bertanya: "Lalu amal apa?" Nabi SAW menjawab: "Berjuang di jalan Allah." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    Dari hadits diatas dapat dijelaskan bahwa;

    1. Jawaban Nabi SAW, yang pertama adalah mendirikan shalat, karena:
    • Shalat adalah salah satu rukun Islam, bahkan yang paling utama.
    • Shalat adalah amal yang pertama kali dihisab di sisi Allah.
    • Shalat mengandung ibadah yang sangat banyak, seperti: berdiri, ruku', sujud, membaca Al-Qur'an, membaca dzikir, membaca shalawat kepada Nabi r, menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah shalat, juga meninggalkan hal-hal selain Allah dari dalam hati.
    1. Jawaban Nabi SAW "Shalat tepat pada waktunya" yang dimaksud adalah shalat fardlu.
    2. Jawaban Nabi SAW "Berbakti kepada kedua orang tua", karena hal itu termasuk ibadah fardlu 'ain yang diwajibkan oleh Allah sebagaimana ibadah shalat.
    3. Jawaban Nabi SAW "Berjuang di jalan Allah" karena hal itu termasuk ibadah fardlu kifayah.
    4. Nabi SAW mendahulukan jawaban "Shalat tepat pada waktunya" dan "Berbakti kepada kedua orang tua", dan mengakhirkan "Berjuang di jalan Allah", itu adalah menunjukkan bahwa fardlu 'ain adalah lebih utama dari pada fardlu kifayah.
  • Diterbitkan di: 20 Januari, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .