Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Cara ceramah

oleh: barok     Pengarang : baytiearis
ª
 
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembaca yang budiman, kehadiran MBM DinamikA edisi ini merupakan sebuah anugerah, bagi para awak redaksi khususnya. Di tengah hiruk pikuk agenda kampus Cargits kita, baik itu rangkaian acara Dies Natalis, Persalinan Badan Eksekutif Mahasiswa, hingga agenda-agenda akademik yang memaksa koki redaksi DinamikA -utamanya angkatan ’99- tak memiliki pilihan lain, selain terus menunda dan menangguhkan kerja keredaksian.
Memang, kebutuhan para pembaca akan informasi telah kami coba suguhkan lewat Buletin Caranggito Post – yang selama ini terus rutin terbit tiap bulannya – sebagai wadah transformasi informasi, namun tetap saja itu belum memenuhi kebutuhan pembaca sekalian.
Dan fenomena inilah inilah yang membuat kami membuka mata, melihat alternatif lain dari sajian pers mahasiswa. Jika dari tahun ke tahun DinamikA hadir dalam bentuk majalah berita mahasiswa, mungkin ke depan tidak lagi demikian. Sebab bicara berita dalam konteks kekinian, itu sangat sulit dilakukan oleh persma (Pers Mahasiswa) mengingat begitu cepatnya arus perubahan, ketatnya persaingan antar media komersil sehingga kami harus putar otak mencari solusi alternatif. Dan inilah yang terjadi. Pembaca akan menemukan terbitan LPM DinamikA dalam bentuk koran kampus setiap dua bulan dan jurnal setiap enam bulan.
Bukannya kami ingin hengkang dari tradisi pendahulu LPM DinamikA, dengan mengadakan perubahan kebijakan keredaksian. Namun inilah satu upaya untuk tetap survive, dengan tidak mengesampingkan idealisme persma itu sendiri. Ya, sekali lagi: idealisme. Hal yang tetap ingin kami pertahankan dalam situasi serba pragmatis dan memaksa orang menjadi oportunis.
Jujur, kondisi semacam ini tidak hanya melanda kami, redaksi LPM DinamikA, atau kawan-kawan lain di UKM yang memiliki sekian problem internal – eksternal, tapi kami lihat kondisi desolasi yang sama juga mengenai Anda, para pembaca sekalian, khusus lagi mahasiswa STAIN Salatiga.
Tahun 2003 ini kita awali dengan menikmati naiknya harga dan tarif sejumlah keperluan publik yang imbasnya tak lain adalah mendorong meningkatnya harga kebutuhan pokok lainnya. Dari hari ke hari kehidupan rakyat semakin berat. Belum lagi dengan sempitnya lapangan pekerjaan yang membuat banyak tenaga muda tak bisa tertampung di berbagai sektor lapangan kerja.
Dan ini yang lebih menarik, segala isu tentang sesaknya perekonomian di negara kita tak begitu dirisaukan banyak pihak. Justru persoalan keamanan selalu menempati peringkat pertama. Kriminalitas akibat sempitnya hidup berlanjut pada konflik sosial dan horisontal. Gangguan keamanan yang disebabkan oleh perkembangan zaman, pengaruh globalisasi bahkan dengan isu teror yang begitu marak. Lemahnya keamanan ini disebabkan oleh masa transisi, masa adaptasi lembaga dan perangkat keamanan negara, pemerintah maupun masyarakat.
Tahun ini juga berarti tahun persiapan Pemilu 2004. Dan yang santer dibicarakan adalah dana pemilihan umum. Politik perlu uang, dari mana partai-partai politik mencari dan memperoleh dana. Sedangkan gambaran umum sikap dan perilaku partai politik seperti ditampilkan dalam lembaga legislatif, belum berhasil merebut kepercayaan publik bahwa mereka akan benar-benar memperjuangkan kepentingan publik, bukan hanya kepentingan partai.
Masyarakat duniapun memandang tahun ini dengan sikap mendua, antara optimisme dan pesimisme, menganggapnya sebagai problem ataukah prospek. Diantara harapan-harapan baru yang muncul untuk mengadakan koreksi dan perubahan, ada semacam kekhawatiran akan dampak konflik internasional. Termasuk didalamnya adalah konflik kronis yang terjadi antara Israel-Palestina, krisis Kashmir, ketegangan RRC-Taiwan, pertikaian senjata di Afrika. Sekali lagi persoalan kemanan memempati urutan teratas. Ancaman yang timbul akibat krisis Irak vs AS, program persenjataan nuklir Korut dan terorisme yang bisa terjadi kapan saja, oleh siapa saja baik dengan motif ataupun tanpa motif.
Maaf pembaca, bukannya kami menakut-nakuti anda dengan sederet persoalan di atas, tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi baik oleh sang pemberani maupun si penakut. Di sini perlu ditegaskan bahwa melakukan sesuatu itu sangat penting. Dan berdiam diri di tengah ketidakpastian adalah sikap bunuh diri. Sikap membunuh karakter kita sendiri dengan mengambil sikap apatis sangat naif dilakukan jika mengingat bahwa kita semua adalah hamba Tuhan. Inilah saatnya membuktikan bahwa kita tetap berbaik sangka padaNya. Dengan memandang kaca datar, semoga bangsa Indonesia dapat melihat betapa buruk penampilannya, betapa kotor wajahnya, mengapa tidak sekarang saja Indonesia membasuhnya dengan bersikap santun, tegas dan arif.
Diterbitkan di: 09 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.