Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian negara federal

oleh: barok     Pengarang : baytiearis
ª
 
Musti melewati pertumpahan darah, dan menghilangkan nyawa manusia, sebagai langkah awal kenapa harus apriori terhadap konsep negara federal. Konsep tentang negara federal sebenarnya sudah mulai dibicarakan setelah pemerintahan transisi Bj Habibi yang memutuskan untuk melepaskan Timor-Timur dari kesatuan wilayah NKRI. Sebuah puncak kejumudan yang dimunculkan akibat ketidakadilan yang diterima puluhan tahun lamanya. Di beberapa negara yang memakai sistem federal tidak ada satu pun yang mendorong ke arah perpecahan. Yang ada hanyalah mereka bisa memberikan kepada daerahnya untuk membangun negeri. Dan juga menentukan nasib negerinya sendiri. Coba tengok ke Malaysia dan Amerika Serikat, dua prototipe negara dengan konsep federasi.
Di negara federal ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh negara bagian, yang pertama, Politik luar negeri, kedua Moneter/membuat mata uang, ketiga Pertahanan militer . Di luar tiga prinsip dasar di atas, negara bagian dapat melaksanakan kebijakannya masing-masing di seluruh sektor.
Romo Mangun pernah melontarkan konsep negara federal yang lebih terperinci dari pada yang sering dilontarkan oleh Amin Rais. Salah satunya ia berujar “kalau negara besar kayak Indonesia ini hanya bisa bersatu kalau pimpinannnya penuh kharisma dan bertangan besi, jika tidak disintegrasi siap mengancam”. Salah satu contohnya Yugoslavia yang langsung kolep saat Tito sudah tidak ada. Selain itu, ia juga mencontohkan banyak Negara yang menganut sistem federal dan justru bisa semakin maju. Negara Indonesia dengan sebutan multikulturalisme yang sangat besar. Maka apa yang dimaksud sebagai “integrating force” tidak terlalu signifikan untuk mengikat multikulturalisme yang masif.(Azra, dalam Membaca Oelang Indonesia, 2007)
Di beberapa kalangan, muncul sebuah rasa apatis terhadap sistem federasi ini. Misalkan adanya ketakutan jika muncul daerah dengan tingkat kemajuan lebih pesat, hal ini akan semakin merasa daerah tersebut mampu membentuk negara, daerah yang kekurangan SDM maka yang ditakutkan tidak adanya pemerataan. Munculnya beberapa daerah yang lebih maju, menjadi satu modal baru karena akan lebih banyak memunculkan daerah yang bisa dijadikan sentral dan selama ini baru kota Jakarta saja yang menampung urbanisasi. Bagi daerah yang kurang SDM harus lebih pandai dan bekerja ekstra menarik investor baik lokal maupun luar. Yang terpenting, masyarakat di pemerintahan daerah dapat lebih concern terhadap pengawasan pelaksaanaan pemerintah daerahnya, sedangkan preesure terhadap kebijakan Gubernur Negara bagian dapat dilakukan secara sektoral.
Piliang menuturkan landasan filosofisnya “masing-masing negara bagian digunakan sebagai saluran untuk menampung aspirasi kebangsaan yang berlandaskan persoalan etnis, daerah, dan kearifan lokal”. Keputusannya tinggal melalui referendum MPR/DPR.
Untuk membentuk negara federal C. F Strong (Budihardjo 1989;42) diperlukan dua syarat, Pertama, adanya persaan sebangsa di antara kesatuan-kesatuan politik yang hendak membentuk federasi. Kedua, adanya keinginan pada kesatuan-kesatuan politik yang hendak berfederasi untuk mengadakan ikatan terbatas. Karena jika menghendaki persatuan sepenuhnya maka bukan federasi yang dibentuk melainkan negara kesatuan.
Ada yang berpendapat bahwa federalisme merupakan pertengahan antara negara kesatuan dan konfederasi. Konsep negara ini juga merupakan sebuah ikhtiar untuk mencegah ketakutan yang ditebar oleh Samuel P. Huntington bahwa di masa depan dengan telah terdeferensiasi oleh perbedaan peradaban (Torn Countries). Saat menulis stigma tersebut Huntington mengisaratkan perpecahan di Negara Uni Soviet dan Yugoslavia. Dan kejadian tersebut benar-benar terjadi. (Huntington; Konflik Peradaban Paradigma Dunia Pasca Perang: 2003)
Prinsip Bhineka Tunggal Ika belum sepenuhnya dimaknai sebagai satu mainstream masyarakat Indonesia. Justru kebhinekaan yang kemudian dibingkai dan diberdayakan dengan satu prinsip federal akan menghasilkan satu bentuk kesatuan yang masif.(
Diterbitkan di: 07 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ada yang jual es condel??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    malaysia merupakan negara federal apa artinya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    oengertuan federal Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa maksud dan tujuan Negara Federal itu ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Musti melewati pertumpahan darah, dan menghilangkan nyawa manusia, sebagai langkah awal kenapa harus apriori terhadap konsep negara federal. Konsep tentang negara federal sebenarnya sudah mulai dibica Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah negara federal sama dengan daerah otonomi????? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    batang geleng tuh apo Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah yang dimaksud dengan negara federal Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    negara federal artinya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.