Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tahap Produksi Grafika

oleh: MioLeYoWoon    
ª
 

Setelah tahap Persiapan Grafika. Tahap berikutnya adalah Tahap mencetak, setelah menjadi sebuah acuan cetak kemudian dicetak. Ada berbagai macam cetak misalnya: Cetak Ofset, Cetak tinggi, cetak sablon. Kemudian setelah dicetak barang yang sudah jadi bisa di jilid atau di sisir agar menjadi barang cetakan yang rapi dan bagus. Macam jilid misalnya : jilid jahit, jilid binding.

Sekarang kenali beberapa macam cetak :

Cetak Offset

Pada awak mulanya , Alois Senefelder yang berasal dari Bayern Jerman dan dilahirkan di Praha 06 november 1771 mempergunakan lembaga yang dietsa.Tetapi harga tembaga sangat mahal dan memerlukan waktu lama dalam menggosok pelat yang akan digunakan.Kemudian selanjutnya ada gagasan untuk menuangi batu yang ditulis dengan larutan sendawa sehingga gambar diatasnya akan ternaikan (muncul). Ia berhasil dan bagian yangterkena lemak dan sampingnya sedikit termakan oleh asam , akhirnya mencuat sekitar 1mm diatas bagian yang tidak termakan oleh asam.

Sekitar tahun 1796 , Alois Senefeldermenemukan cara mencetak semacam ini yang dinamakan cetak batu lithografi , dan setelah melakukan eksperimen selanjutnya yaitu sekitar kurang lebih satu tahun ketika saat diketahuilah bahwa pengetsaan lebih rendah dari bagian yang tidak mencetak tidak perlu lagi karena pengetsaan membuat bagian yang tidak mencetak menentang lemak dan menerima air (prinsip lithografi). Kejadian inilah yang disebut dengan PRINSIP LITHOGRAFI (cetak datar) yaitu dimana terjadi tolak menolak antara air dan lemak (tinta).

Setelah ditemukan pemotretan LJM Daguere dari Prancis , maka sejak saat itu pembuatan gambar di atas batu dengan tangan tidak lagi digunakan karena hasilnya lambat dan pada perkembangan berikutnya sebagai acuan digunakanlah bahan yang terbuat dari pelat logam aluminium , yang digunakan saat ini.

Bahan ini adalah yang paling terbaik dari jenis logam lainnya sebagai pelat offset , lebih mudah dikerjakan dan ditangani dari pada bahan lainnya sebagai bahan cetak. Dikatakan cetak datar karena acuan cetaknya, dimana pada bagian bidang tidak mencetak ( non image) dan bagian cetak (image permukaannya datar).

Dan dikatakan cetak offset karena cetaknya dilakukan tidak langsung, jadi alih tinta dari acuan cetak dipindahkan dahulu ke media perantara (blanket) kemudian dipindahkan pada kertas yang akan dicetak.

Pada tahun 1851, G.Sigl membuat mesin cetak batu pertama.Mesin ini menggunakan satu rol tinta, oleh karena itu hasilnya kurang baik,akan tetapi mesin ini mengalami kemajuan pada periode-periode perkembangan selanjutnya.

Pada tahun 1984, Marinone membuat mesin cetak yang terbuat dengan susunan silinder yangdibungkus dengan bahan elastic,sebagai bahan perantara untuk memindahkan gambar dari silinder plat ke kertas secara tidak langsung.

Kemudian pada tahun 1906,Caspar Herman seorang warga Negara Jerman yang berimigrasi ke Amerika juga membuat mesin cetak yang memakai silinder tambahan untuk ditempatkan lembar kain karet. Penggunaan kain karet ini memungkinkan mesin mencetak dengan jumlah cukup banyak dan dapat mencetak untuk berbagai jenis kertas, terutama mencetak kertas yang permukaannya licin. Karena kerataan tinta lebih baik dari pada mencetak pada kertas yang permukaannya kasar.

Dari tahun ke tahun mesin cetak offset mengalami penyempurnaan yang menghasilkan mesin-mesin cetak offset modern, dari ukuran dan type yang berbeda beda. Pada tahun yang sama yaitu 1906, Rubel dari Amerika mempunyai gagasan mempergunakan prinsip cetak offset untuk diterapkan pada cetak rotasi. Kemudian ia menghubungi pabrik mesin Otter dan pabrik ini membuat mesin rotasi offset pertama.

Itu adalah salah satu sejarah dari cetak datar.

Dalam Produksi Grafika setalah di cetak. Ada proses jika membuat buku setelah disusun adalah dijilid. Salah satu macam jilid adalah jilid binding, jilid kawat, jilid benang.

Jilid Binding

Mesin Lem Panas Jilid Buku ini berukuran kompak, mudah operasionalnya dan berharga murah. Mesin binding buku (hot melt glue-book binder) disamping untuk lem punggung juga bisa utk lem samping buku. Banyak digunakan oleh jasa finishing percetakan buku , binding, jilid makalah/skripsi, majalah, yellow pages, dll.

Mesin finishing percetakan (lem panas, book binder) ini amat mudah cara pemakaiannya, cepat kerjanya dan amat tinggi produktivitasnya. Dengan harga yang relatif murah, membuat biaya produksi pencetakan buku menjadi lebih rendah dan ekonomis sekali. Dengan demikian, mesin ini bisa menghasilkan return of investment (balik modal) yang relatif cepat.

Jilid Kawat

Biasa di gunakan pada pembuatan buku tulis, buku –buku yang tipis. Dengan menggunkan jilir kawat ini sangat mudah. Setelah disusun dan dijilid kemudian menggunakan jilid kawat.

Jilid Benang

Pada dasarnya menjilid dengan benang sama dengan menjilid dengan kawat namun, lebih rumit dan sulit. Karena menggunakan ketrampilan tangan. Biasanya jilid benang ini di gunakan untuk menjilit buku tebal agar lebih kuat dan awet.

Diterbitkan di: 10 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.