Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Swapublikasi>Bacaan panjang, hukum Al ta'rif dan Nun Mati/tanwin

Bacaan panjang, hukum Al ta'rif dan Nun Mati/tanwin

oleh: aajum    
ª
 
Bacaan Panjang, dan Hukum Nun mati/tanwin

Bacaan panjang adalah bacaan yang bunyinya tergolong pada panjang bunyi bacaan dua harakat, dua sampai lima harakat, dua sampai enam harakat, lima harakat, dan enam harakat sesuai dengan tanda baca masing-masing pada huruf hijaiyah tersebut. Dan bacaan panjang tersebut dapat dikelompokan kedalam empat kelompok bacaan, yaitu:
1. Kelompok huruf yang panjangnya didasarkan pada huruf dan tanda baca, seperti:
a. Apabila ada huruf fathah menghadapi huruf “ALIF”, contoh:
فاَ = FAA , ‘ADZAA-BUN
b. Apabila ada huruf yang berharakat dhumah yang menghadapai huruf wawu ( ) yang sukun, seperti:

كَفَرُوْا = Kafaruu فُوْا = fuu

c. Apabila ada huruf berharakat kasrah yang bertemu dengan huruf “YA”
yang dimatikan, seperti:

فِيْ = FII عَزِيْزِ =’AZIIZI

d. Apabila ada kata dasar yang berharakat tegak yang dapat diganti dengan alif dalam perubahan kata tersebut, contoh:

اَلْكِتٰب = AL KITAAB (huruf “ta” berharakat fathah bertemu “alif” dalam satu kata), boleh dengan menggunakan tulisan kata:

اَلْكِتاَبُ = AL KITAB ( huruf “ ta” berharakat tegak).
Adapun panjang bacaanya adalah dua harakat.

2. Kelompok huruf yang berharakat tegak pada kata dasar yang tidak dapat diganti dengan “alif” atau bertanda saksi , seperti:

هٰذَا = HAADZAA ذٰلِكَ = DZAALIKA

Adapun panjang bacaanya adalah dua harakat atau dua ketukan.

3. Kelompok huruf yang bertanda mad ( ), yaitu:
a. Apabila ada huruf tanda mad ( ) bertemu dengan hamzah/alif yang tempatnya dilain kata, contoh:

ٓ يَا ٓاَيُّهاَ = YAA AYYUHA, adapun panjang bacaanya adalah dua
sampai lima harakat.

b. Apabila ada huruf bertanda mad ( ) bertemu dengan hamzah/ alif yang berada dalam satu kata, seprti:
جاَ ٓءَ = JAA- A, adapun panjang bacaanya adalah lima harakat
atau dua setengah alif
c. Apabila ada huruf yang bertanda mad ( ) bertemu dengan huruf bertasdid, seperti:

حَا ٓجّ = HAA JJI ,= DHOO LLIIN

Adapun panjang bacaanya adalah enam harakat.
4. Kelompok huruf yang berada diahir kata atau ayat yang harakatnya harus dimatikan karena sebelumnya terdapat bacaan bermad atau terdapat mad thobi’i
Contoh:
= ANNAASI huruf “si” dimatikan sehingga menjadi “ANNAS”

رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ = LIINA huruf “na” dimatikan sehingga menjadi “LIIN”

= NUUNA huruf”na” dimatikan sehingga menjadi “YUU QINUUN”

Adapun panjang bacaanya dua sampai enam harakat.

HUKUM NUN MATI/TANWIN
(نْ/ ــًَـٍٍٍٍٍٍِِِـــٌُ)

Apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah, maka hokum bacaanya dibagi menjadi empat hokum bacaan, yaitu:
1. Idzhar ( اِظهار ) jelas/terang
yaitu bacaan yang dibaca jelas atau terang, manakala ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf-huruf tenggorokan (halqi), yaitu:
ح- خ- ع- غ- ه- ء
Hukum idzhar itu sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Idzhar halqi
Yaitu bacaan yang apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi atau tenggorokan, contoh:

مِنْهُ = MINHU , كُفُوََا اَحَدٌُ ٌ = KUFUWAN AHA

b. Idzhar wajib
Yaitu bacaan apabila ada nun mati bertemu dengan huruf “YA”atau “WAWU”dalam satu kata dan wajib dibaca jelas. Bacaan tersebut mempunyai ciri huruf nun mati nya dalam penulisanya digandeng/-dirangkai dalam penulisanya dengan huruf Ya atau Wawu tersebut.
contoh:
فِي الدُّ نْيَا = FIDDUNYAA, (huruf “nun” mati bertemu huruf “ya” dalam satu kata.
قِنْوَانٌُ = QINWAANUN (huruf “nun” mati bertemu huruf “wawu” dalam satu kata.
2. Idzghom ( اذغام ) memasukan
Yaitu memasukan nun mati/tanwin kedalam salah satu huruf-huruf idzghom,yaitu: يَرْمِلُوْنَ = ي-ر-م-ل-و-ن
Dan huruf-huruf tersusun dalam kata “YARMILUUNA” ( يَرْمِلُوْنَ)
Idzghom itu sendiri apabila menggunakan rumus nun mati/tanwin terbagi menjadi dua bagian:
a. Idzghom bighunah,( اذغام بغنه )

Yaitu memasukan nun mati/tanwin ke dalam salah satu huruf YANMU يَنْمُوْ dan membacanya dengan cara ditekan mininmal dua tekanan pada huruf ghunah tersebut, sehingga menjadi bunyi “MENDENGUNG”,
contoh:
مَنُ يَقُوْلُوْا = MAN YAQUULUU menjadi MAYYAQUULUU
خَيْرٌُ مِنَ اللهِ = KHOIRUN MINALLOH menjadiKHOIRUMMINAL-LOH
b. Idzghom bilagunah (اذغام بلا غنه )
Yaitu memasukan nun mati/tanwin ke dalam salah satu huruf “LAM” atau”RA” dengan tidak mendengung.
Contoh:
مَنْ لَمْ = MAN LAM menjadi MALLAM

خَيْرٌُ لَكُمْ =KHOIRUN LAKUM menjadi KHOIRULLAKUM

3. Iqlab (اقلاب )
Yaitu bunyi bacaan dengan mengganti nun mati/tanwin menjadi bunyi huruf mim, apabila bertemu dengan huruf “BA”.
Contoh:
مِنْ بَعْدِ = MIN BA menjadi MIMBA
4. Ikhfa (اخفاء )
Yaitu bacaan “SENGAU” bunyi yang kelur antara mendengung dan jelas, manakala bertemu dengan alah satu huruf ikhfa yang jumlahnya ada lima belas, yaitu:
ص-ذ-ث ،ك-ج-ش،ق-س-ذ، ط-ز-ف-ت،ض-ظ
Contoh:
مِنْ كُلِّ = MIN KULLI menjadi MINGKULLI
شَيْءٍِ قَديْرٌُ = SYAIIN QODIR menjadi SAIINGQODIR
Cara membacanya padukan rumus nun mati/tanwin dengan salah satu huruf ikhfa tersebut setengah-setengah, sehingga akan terjadi perubahan suara, seperti: N..SY, N…SH, N…K, N….T, dll.
Diterbitkan di: 23 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    huruf yg bisa dirangkai dengan huruf sebelumnya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.