Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ulumul Qur'an

oleh: aajum     Pengarang : Aajum
ª
 
ILMU AL-QUR’AN

1. Turunnya Wahyu Al-Qur’an
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah saw. Ketika beliau sedang bertafakur di Gua Hira pada malam tanggal 17 Ramadhan bertepatan engan tanggal 6 Agustus 632 M. Sejak itu malam tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an oleh umat Islam.
Al-Qur’an diturunkan menurut riwayat mutawatir selama, 22 tahun, 2 bulan, 22 hari. Tujuan diturunkanya Al-Qur’an secara berangsur-angsur adalah:
a. Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksankan oleh umat Islam
b. Lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
c. Agar mudah dihafalkan.
d. Memberi jawaban atas pertanyaan dan penolakan terhadap suatu pendapat dan perbuatan.
2. Nama-nama Al-Qur’an
Beberapa nama Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
a. Al-Kitab, yaitu sinonim dari Al-Qur’an (QS. Al-Baqoroh: 2, dan QS. An-Nahl: 89).
b. Al-Furqon, yaitu pembeda (QS. Al-Furqon: 1)
c. Adz-Dzikru, yaitu peringatan bagi umat manusia (QS Al-Hijr: 9)
3. Klasifikasi Surat-surat Al-Qur’an
Surat-surat Al-Qur’an dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu surat Makkiyah dan surat Madaniyyah.
a. Surat Makkiyyah, adalah surat –surat yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw., hijrah ke Madinah
b. Surat Madaniyyah, adalah surat-surat yang diturunkan sesudah nabi Muhammad saw., hijrah ke Madinah.
Pengertian ini dapat disimpulkan dari Qoidah berikut:

اَلْمَكِيُّ مَا نُزِّلَ قَبْلَ هِجْرَةِالرَّسُوْلِ صَلَّى اللّٰهُ عَليْهِ وَ سَلَّمَ وَاِنْ كاَ نَ نُزُوْلُهُ بِغَيْرِ مَكَّةًَ. وَاْلمَدَنِيُّ مَا نُزِّلَ بَعدَ هٰذِهِ الْهِجْرَةِ وَاِنْ كَا نَ نُزُوْلُهُ بِمَكَّةَ
Artinya :
Makkiyyah adalah yang diturunkan sebelum Rasulullah saw. Hijrah ke Madinah, sekalipun turunnya di luar Makkah. Adapun Madaniyyah adalah yang diturunkan sesudah Rasulullah saw, hijrah walupun turunnya di Makkah.
4. Kelompok-kelompok Surat Al-Qur’an
Dari segi panjang dan pendeknya, surat-surat dalam Al-Qur’an dikelom-pokan kedalam empat kelompok, yaitu:
1) At-Thiwal, yakni surat-surat yang yang panjang meliputi 7 surat atau disebut As-Sab’ut Thiwal, yaitu dimulai dari QS Al-Baqoroh sampai ketujuh surat berikutnya.
2) Al-Mi’un, yakni surat-surat yang jumlah ayatnya mencapai seratus ayat atau lebih. Yang letaknya setelah kelompok tujuh surat yang panjang-panjang.
3) Al-Matsani, yakni surat-surat yang jumlah ayat-ayatnya kurang dari seratus ayat.
4) Al-Mufashol, yakni surat-surat yang ada dibagian akhir Al-Qur’an yang menurut salah satu pendapat ulama tafsir, kelompok ini dimulai dari surat Al-Hujrat (S.49) sampai selesai, surat An-Naas.
5. Tertib Susunan Ayat Dan Surat
a. Susunan Ayat-ayat
Susunan ayat-ayat dan surat-surat yang terdapat dalam mushaf Utsmani tidak tersusun menurut urutan turunya, tetapi menurut kesepakatan umat Islam, sejak sahabat sampai sekarang adalah merupakan tauqif Nabi saw (berdasarkan ketetapan dari Nabi saw). Tauqif dari Nabi saw tersebut sesuai yang diajarkan oleh Jibril, sedangkan Jibril dari Allah swt. Hal ini sesuai keterangan sebagai berikut:

اِنْعَقًَدَاِجْماَعُ اْلأُمَّةِعَلىَ انْ تََرْتِيْبَ أٰ يَا تِ الْقُرْ اٰنِ الْكرِيْمِ عَلىَ
هٰذَاالنّمْطِ الَّذِى نَرَاهُ الْيَوْمَ بِاْلمَصَاحِفِ كًَانَ بِتَوْقِيْفٍِ مِنَ النَّبِىٍِ
عَنِ اللّٰهِ تَعَا لىٰ، وَاَنَّهُ لاَمَجَالَ لِلرَّأْيِ وَاْلإِجْتِهاَدَ فِيْهِ

Artinya: Telah bulat kesepakatan umat, bahwa urutan ayat-ayat Al-Qur’anul Karim (pada masing-masing surat) seperti modelnya yang kita lihat sekarang dalam mushhaf-mushhaf (Utsmani), adalah urutan berdasar tuqif dari nabi, yang diperoleh dari Alloh swt. Ia bukan merupakan medan ra’yu dan bukan pula lapangan ijtihadi.
b. Susunan Surat-surat
Untuk melihat gambaran bahwa urutan susunan surat-surat Al-Qur’an tidak tersusun sesuai dengan urutannya, (Lihat tabel susunan surat-suarat dan ayat al-Qur'an)di aajumadin.blogspot.com
Tahap-tahap mempelajari Al-qur’an dapat dilakukan dengan cara dibawah ini:
A.Tilawah
-Qiraatut Tahqieq
-Qiraatul Hadar
-Qiraatut Tadwier
Untuk dapat membaca cara-cara tersebut haruslah menguasai Tajwid/Hidayus sibyan/Tuhfatul Atfal. (baca adab membaca al-Qur'an)
B.Terjemah
-Berfiyah 1), dengan syarat:
1. mengetahui dan menghayati kedudukan bahasa
2. Mengetahui pola dan cirri khas kalimat kedua bahasa.
3. Terpenuhinya makna dan maksud yang ada pada bahasa.
-Tafsiriyyah 2) ,dengan syarat:
1.Terpenuhinya makna dan maksud yang ada pada bahasa ,
2.Terpenuhinya makna , maksud yang ada pada bahasa
3.Bahasa terjemahan murni.
C.Intisari
1)Bil-Lafdz, yakni menjelaskan dengan menggunakan ayat-ayat yang ada.
- Mengetahui lafadz ayat,
- Mengetahui mufrodat
- Mengetahui bentuk mufidah
2)Bil-Makna, yakni menjelaskan dengan menggunakan makna yang ada pada ayat.
- Mengetahui bentuk mufidah,
- Mengetahui isi pokok ayatdan
- Mengaplikasikan dalam kehidupan.
D.Tafsir
- Birriwayah 3)(bil-Ma’tsur)
- Biddirayah(Birra’yu)4)
- Bil Isyarah (As-Sufiyah)5)
Untuk memahami tafsir dengan baik, maka seorang mufassir haruslah:
1. Mengetahui bahasa Arab,
2. Mengetahui Ilmu Nahwu Sharaf,
3. Mengetahui isytiqaq(mengambil kosa kata yang tepat),
4. Mengetahui ilmu balaghah (Badi’,Bayan, Ma’ani)
5. Mengetahui ilmu macam-macam Qiroat)
6. Mengetahui ilmu Tauhid,
7. Mengetahui Ilmu Ushul Fiqih,
8. Mengetahui Ilmu As-babun Nuzul,
9. Mengetahui ilmu Qishash.
10.Mengetahui Nasikh wal Mansuk.
11.Mengetahui Ilmu Munasabah (hubungan).
12.Mengtahui Hadits Tafsir.
13.Mengetahui Ilmu Mauhibah (Ilmu yang dilimpahkan Allah swt secara langsung kepada hamba-hamba-Nya yang mengamalkan ilmu yang telah diketahui dan diperolehnya)
E.Fadilah Surat
Agar dapat mengambil manfaat(fadhilah) surat, maka:
- Memahami konteks ayat
- Mengetahui Asbabun Nuzul
- Mengetahui Hadits
- Mengetahui Asbabul Wurud
- Mengetahui amalan para Sahabat
- Mengetahui amalan para Sahabat
F.Fadhilah Ayat-ayat
Tahap selanjutnya adalah mengambil fadhilat ayat-ayat dengan syarat:
- Mengetahui amalan sahabat Nabi
- Mengetahui Penjelasan Ulama
- Mengetahui pengamalan Ulama

Diterbitkan di: 22 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.