Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Eksistensi

oleh: yuuchan    
ª
 
Eksistensi (Existence)...kata yang mudah diucapkan, namun kadang artinya hanyalah suatu eksistensi yang kosong dan tidak bermakna. Apa eksistensi itu sesungguhnya....
Apakah perlu eksistensi itu dalam hidup ?? eksistensi seperti apa yang sebenarnya kita harapkan sebagai “manusia”, hanya exist atau “exist” tidak hanya untuk diri sendiri tapi bagi orang lain dan kehidupan kita ??

Setiap manusia pada dasarnya sama butuh eksistensi.
Setiap manusia ingin diakui ke-exist-annya...entah dalam hidup orang lain, di suatu organisasi, di suatu lingkungan bahkan di dunia.
Tapi percuma saja jika manusia itu exist tanpa memberikan makna dan inspirasi bagi dunianya, karena manusia itu tidak akan ada bedanya dengan pemanis atau hiasan untuk pelengkap kehidupan serta berbagai macam formalitas yang ada dalam dunia ini.
Manusia hanya akan dianggap sebagian kecil dari semua hiruk pikuk, lalu lalang dan populasi dalam dunia ini.
Dengan mengetahui apa yang sebenarnya kita inginkan dan melakukan yang ingin kita lakukan sepenuh hati serta membuat orang lain bahagia mungkin akan membuat hidup kita lebih “manusiawi” serta mempunyai arti dan menginspirasi orang lain...
mungkin itulah arti dari beberapa keeksistensian kita di dunia ini.

Apa sebenarnya eksistensi itu??

Bagiku eksistensi itu adalah...
ketika aku bertemu dan bertukar senyum dan salam dengan orang lain,
ketika aku mendengarkan seseorang yang memang butuh “didengarkan”
ketika aku bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa (dengan kebodohanku),
ketika bebas mengutarakan apa yang ada di pikiranku,
ketika aku berbuat sesuatu hal kecil bagi orang lain,
ketika pikiran dan pendapatku dihargai orang lain,
ketika berkreasi seperti yang aku inginkan tanpa ada batasan-batasan,
ketika aku bisa menghargai orang lain dan pendapat mereka,
ketika aku tersakiti dan sadar aku bisa merasakan sakit itu karena aku “hidup”,
ketika aku terjatuh dan merasa harus bangkit lagi,
ketika Tuhan menegur aku maupun mengabulkan doa-doaku,
ketika aku mengucapkan Terima Kasih dan sebaliknya orang lain terhadap aku,
ketika aku terinspirasi dengan orang lain dan menjadikannya motivasi dalam kehidupanku,
ketika aku bisa memberikan kekuatan bagi orang lain,
ketika kebodohan atau kesalahanku memotivasi dan menguatkan orang lain,
ketika aku memberi semangat pada diriku untuk maju terus ke depan & tidak takut akan kegagalan,
ketika aku merasakan dan memahami “perasaan” yang dialami orang lain,
ketika aku mempunyai pengharapan akan sesuatu,
ketika aku mengungkapkan perasaanku pada orang lain tanpa ada penyesalan, karena memang itu yang aku rasakan,
ketika aku menjalani hidupku tanpa penyesalan, walaupun kadang hal buruk dan rasa sakit itu ada,
ketika aku merasa lemah maupun takut,
ketika aku bangun pagi hari dan sadar mataku dapat terbuka serta bisa merasakan detak jantungku,
ketika aku mempunyai pegangan dan kekuatan dalam hidup,
ketika keluarga maupun teman-temanku (Ma Angelz) ada di sampingku saat aku mengalami kedukaan & kegagalan,
serta berbagai macam keeksistensian yang pernah dan akan aku rasakan dalam hidup.

Tapi dari semua “rasa” itu...yang membuat aku sadar sesungguhnya apa arti “eksistensi “ itu ketika aku merasa di ambang kematian, semuanya benar-benar aku “rasakan” dan muncul tepat di hadapanku. Pada saat aku merasa di ambang kematian, aku masih belum rela melepaskan keeksistensian-ku dalam kehidupan. Aku masih ingin melanjutkan keeksistensian-ku dalam hidup, karena aku merasa belum cukup memanfaatkan keeksistensianku untuk bisa berguna & dapat membahagiakan orang lain, namun akirnya aku juga harus berhenti hingga kemudian bisa berkata dengan lega & puas “CUKUP SUDAH...sudah saatnya bagiku untuk mengakhiri keeksistensian-ku dalam dunia dan kembali pada dunia yang sudah dijanjikan padaku, biarlah keeksistensian-ku hidup & tinggal di dalam orang-orang yang menyayangi maupun yang tidak menyukaiku, karena aku sudah melakukan semua yang ingin aku lakukan serta bertanggung jawab atas semua hal itu dan aku tidak pernah menyesali hal baik dan buruk (semuanya) yang terjadi dalam hidupku”

Sehingga pada akirnya aku bisa tersenyum & bahagia, karena sudah menjalankan tugas keesksistensian-ku dan merasakan keeksistensian orang lain dalam hidupku (baik maupun buruk), sehingga membuat aku merasa tidak menyesal telah dilahirkan.

PS: Buat keeksistensian kita berguna tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Not only EXIST but Co-EXIST too.

I Luph U All Ma Angelz, THANX for “EVERYTHIN” all of U gave to me, THANX for always be there for me & THANX for being Ma LIFE’S PUZZLE *coz each of u have & keep a pieces of story bout me, bout ma life & ur opinion bout me* ^_^
I DO REALLY LUPH ALL OF YOU, GBU olweiz.

Diterbitkan di: 23 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.