Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Swapublikasi>Pembentukan Kepribadian Anak

Pembentukan Kepribadian Anak

oleh: aajum     Pengarang : aajum
ª
 
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK
Pembentukan berarti suatu proses, cara membentuk, mewujudkan sesuatu, yakni suatu proses yang dilakukan oleh orang tua melalui pendidikan di dalam keluarga dalam rangka mewujudkan kepribadian anak.
Kepribadian diartikan sebagai keseluruhan proses dari sifat-sifat subyektif, emosional, yang mencerminkan watak seseorang pada lingkunganya dan keseluruhan dari reaksi-reaksi yang sifatnya psikologis dan sosial.
Anak yaitu kelompok manusia usia muda yang batasan umurnya tidak selalu sama di berbagai negara, dan anak dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok anak yang menjadi kebanggaan orang tuanya, kelompok anak yang agamais, dan kelompok anak yang durhaka kepada orang tuanya. Pada masa anak dikenal dengan masa dengan tingkat pertumbuhan dan perkekmbangan yang cepat serta peka dalam peletakan kepribadian.
Pendidikan diartikan sebagai segala usaha orang dewasa dalam pergaulanya dengan anak-anaknya yang memimpin perkembangan jasmani dan rokhaninya kearah kedewasaan. Pendidikan dapat dilakukan semenjak sebelum nikah dalam hal ini apendidikan dapat dimulai dari pra nikah, pada saat anak dalam kandungan, saat anak lahir ke duania, mengikuti perkembangan masa pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rokhani agar menjadi anak yang diharapkan kedua orang tuanya. pendidikan hendaknya senantiasa memperhatikan fitrah anak yang dibawa sejak ia dilahirkan, karena keadaan fitrah inilah yang akan memondasi dirinya apabila ia dewasa nanti.Dalam perkembangan fitrah inilah keluarga dituntut secara pendidikan untukdapat memberi contoh, mempraktikan dan mengamalkan perbuatan-perbuatan yang terpuji dalam lingkungan keluarga, karena secara langsung maupun tidak segala perbuatan yang dilakukan orang tua akan mempengaruhi tingkah-laku anak,. Sehingga orang tualah yang pertama-tama kali mengenalkan terhadap anak agar tumbuh sesuai dengan fitrahnya menjadi dewasa sejalan dengan apa yang diharapkan oleh orang tuanya dan sesuai agamanya.
Keluarga dipandang sebagai perkumpulan sosial terkecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. inilah yang dikatakan sebagai keluarga yang sempurna. Anak merupakan dambaan setiap orang tua, dan anak juga merupakan amanat yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan hati. Dan sebagai bentuk amanat tersebut, maka orang tua dengan senang hati mau mengasuh, memelihara, mengembangkan, dan mendidiknya.
Keluarga adalah lingkungan pertama bagi individu dimana ia berinteraksi, dan dalam berinteraksi dengan lingkungan pertama ini anak akan memperoleh kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang ada di dalam keluarga. Oleh karena itu ortang tua harus memberikan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan yang positif yang sesuai dengan hati nurani yang bersih dan suci, karena nilai dan kebiasaan tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan anak.Corak kepribadian anak adalah sangat ditentukan oleh usaha orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anaknya. orang tuanyalah yang bertanggungjawab mengisi jiwa anak dengan nilai-nilai positif tadi. Pemebntukan anak hendaknya tidak menyimpang dari tujuan pendidikan itu sendiri, dan menurut Abdurrahman An-Nawawi tujuan pendidikan itu adalah:
  1. Menyelamatkan anak-anak di dalam tubuh umat manusia pada umumnya dari ancaman yang hilang sebagai hawa nafsu orang tua terhadap kebendaan, sistem materialistis non humanistis dan pemberian kebebasan yang berlebihan
  2. Untuk menyelamatkan anak-anak di lingkungan bangsa yang sedang berkembang dan lemah dari ketundukan, kepatuhan dan penyerahan diri pada kekuasaan dan penjajahan
Tujuan pendidikan itu akan terwujud, manakala orang tua mampu menciptakan suasana yang agamais di dalam keluarga, serta menciptakan suasana yang harmonis lahir dan bathin diantara anggota-anggota keluarganya. dan orang tua juga harus mampu memberikan materi-materi pendidikan secara baik dan menyeluruh dalam rangka pembentukan kepribadian anak.

Diterbitkan di: 12 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.