Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Swapublikasi>Asal Usul desa Magersari Mojokerto

Asal Usul desa Magersari Mojokerto

oleh: wildachusnia    
ª
 
Sejarah Lahirnya Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto,maka Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berubah lebih besar dari pada keadaan sebelumnya . Perubahan ini membawa 6 ( enam ) Desa Wilayah Kabupaten Mojokerto masuk ke Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto, yang antara lain :
1. Desa Meri ;
2. Desa Gunung Gedangan ;
3. Desa Surodinawan ;
4. Desa Blooto ;
5. Desa Prajurit Kulon dan
6. Desa Pulorejo .
Seiring dengan perubahan Batas Wilayah Tersebut Desa Meri dengan Desa Gunung Gedangan masuk dalam Wilayah Kecamatan Magersari sedangkan Desa Surodinawan, Blooto, Prajurit Kulon dan Pulorejo masuk dalam wilayah Kecamatan Prajurit Kulon .
Adapun Nama Desa / Kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Magersari berdasarkan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1982 tersebut, antara lain :
1. Desa Meri ;
2. Desa Gunung Gedangan ;
3. Kelurahan Kedundung ;
4. Kelurahan Balongsari ;
5. Kelurahan Jagalan ;
6. Kelurahan Sentanan ;
7. Kelurahan Purwotengah ;
8. Kelurahan Gedongan ;
9. Kelurahan Magersari ;
10.Kelurahan Wates .

Pada Perkembangannya lebih lanjut , berdasarkan Undang – undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah , di dalam Ketentuan Peralihan pasal 126 ayat (2) Undang 22 Tahun 1999 disebutkan bahwa ” Desa – desa yang ada dalam wilayah Kotamadya, Kotamadya Administratif dan Kota Administratif berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 pada saat mulali berlakunya undang-undang ini ditetapkan sebagai Kelurahan, sebagimana dimaksud dalam pasal 1 huruf n undang-undang ini “
Yang berbunyi “ Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota di bawah Kecamatan “.

Berubahnya peraturan dasar penyelenggaraan Pemerintahan Daerah membawa konsekwensi terhadap sebutan bagi Desa / Kelurahan yang ada di wilayah Kota Mojokerto menjadi :

  • Kelurahan Meri ;
  • Kelurahan Gunung Gedangan ;
  • Kelurahan Kedundung ;
  • Kelurahan Balongsari ;
  • Kelurahan Jagalan ;
  • Kelurahan Sentanan ;
  • Kelurahan Purwotengah ;
  • Kelurahan Gedongan ;
  • Kelurahan Magersari ;
  • Kelurahan Wates .

Dan pada Tahun 2004 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah berubah menjadi Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004, namun untuk pelaksanaannya di Pemerintah Kota Mojokerto sampai sekarang keadaan Kelurahan tersebut masih tidak berubah penyebutannya.

Keadaan Geografis:
* Luas Wilayah Kota Mojokerto : 16,465 Km2
* Luas Wilayah Kecamatan Magersari : 8,703 Km2

Batas wilayah kecamatan magersari:
1. Batas Sebelah Barat : Kecamatan Prajurit Kulon
2. Batas Sebelah Timur : Kecamatan Mojoanyar .
Kab. Mojokerto
3. Batas Sebelah Selatan: Kecamatan Puri Kab.
Mojokerto
4. Batas Sebelah Utara : Sungai Brantas / Kec.
Gedeg Kab. Mojokerto

Keadaan Demografi wilayah Mojokerto:
Jumlah Penduduk Kecamatan Magersari dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. WNI : - Laki-laki = 32.507 Jiwa
- Perempuan = 33.389 Jiwa

2. WNA : - Laki-laki = 28Jiwa
- Perempuan = 41 Jiwa

3. Jumlah Keseluruhan Penduduk Kecamatan Magersari
adalah 65.965 Jiwa dengan perincian :
- Laki-laki = 32.535 Jiwa
- Perempuan = 33.430 Jiwa
Tingkat Kepadatan Penduduk Kecamatan Magersari
adalah 7.582 jiwa / Km2

Visi dan Misi kecamatan Magersari adalah :
Visi:
Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Pembinaan Kemasyarakatan yang baik di Wilayah Kecamatan Magersari “

Misi:
1. Mewujudkan profesionalisme aparatur serta tertib administrasi , ketatausahaan dan kerumahtanggaan ;
2. Mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan, peningkatan tertib administrasi kependudukan, keagrariaan, dan kehidupan politik dalam negeri ;
3. Mendorong terwujudnya Kesejahteraan social Masyarakat melalui pembinaan bidang pendidikan, keagamaan, kebudayaan, pemuda dan olahraga , peranan wanita dan kesehatan masyarakat ;
4. Mewujudkan peningkatan Pembangunan perekonomian, produksi, distribusi dan social ;
5. Mendorong terwujudnya ketentramandan ketertiban serta penegakan Perda ;
6. Mendorong terwujudnya pembinaan pelayanan umum yang baik .

Diterbitkan di: 13 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.