Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Pidato>Teori Pembelajaran Sosial (Social learning theory)

Teori Pembelajaran Sosial (Social learning theory)

oleh: Monster_ink    
ª
 
Tokoh dan riwayat hidup
Albert bandura merupakan pakar psikologi yang mempopulerkan teori pembelajaran sosial (Social Learning Theory), salah satu konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman dan evaluasi. Sekilas tentang bandura, ia di lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mundare, canada. Ia mendapat gelar B.A dari universitas Britsh columbia pada tahun 1949. lalu ia melanjutkan pendidikannya di universitas Iowa.di universitas lowa inilah bandura memulai mempelajari dan memperdalam tentang teori pembelajaran sosial yang sangat di pengaruhi dari mahzab behaviorisme. Setelah lulus Bandura di beri kepercayaan mengajar di Stanford University (tahun 1953). Bandura mengajar setelah ia mendapat gelar doktor di Wichita Guidance Center di Wichita, Kansas. Di Stanford University bandura menerbitkan buku pertamanya, di bantu oleh mahasiswanya Richard Walters ia meluncurkan buku tentang “Adolescent Aggresion” (tahun 1959) saat itu pula Bandura menerima APA award for Distingushed Scientific Contributons (1986). Dan puncaknya pada tahun 1977 ia meluncurkan buku “Social learning Theory”.

Esensi teori
Asumsi teori: “sebagian besar tingkah laku individu diperoleh dari hasil belajar melalui pengamatan atas tingkah laku yang ditampilkan oleh individu – individu lain yang menjadi model “

Penerapan dan Keterkaitan
Teori Social learning theory sangat beraharga terutama dalam menganalisis kemungkinan dampak kekerasan yang di tayangkan pada media massa terutama televisi, di mana para pelaku yang ingin menyampaikan bahkan merubah prilaku seseorang mendapatkan kekuatan yang berganda untuk mengirimkan cara berpikir dan prilaku baru bagi banyak orang di lokasi yang berlainan. Teori ini juga merupakan teori pembelajaran umum yang dapat diaplikasikan pada bidang-bidang dampak media massa yang lain. Teori ini juga sangat berperan dalam menjelaskan tentang reaksi depresi, agresi, dan juga banyak menyumbangkan perannya dalam dunia pendidikan. Social learning theory banyak mempengaruhi teori-teori tingkah laku lainnya, salah satunya social cognitive theory (Di mana cognitive dan social learning sama-sama mempelajari tentang pola tinggkah laku melalui proses kognitif, senada dengan social learning theory, social cognitive theory menunjukkan bahwa tingkah laku manusia kebanyakan di pelajari sendiri). dan reinforcement theory (sifatnya saling melengkapi, mengatakan bahwa dengan memberikan ganjaran positif, sesuatu prilaku akan di tumbuh kembangkan tapi sebaliknya bila di berikan ganjaran negatif, suatu prilaku akan di hambat, dan itu smua dapat terjadi dan di kendalikan salah satunya dari faktor pembelajaran sosial (belajar dengan lingkungan))

Evaluasi dan Perkembangan
Teori social learning memberikan kontribusi yang besar terutama dalam hal pola tingkah laku seseorang yang dapat di pengaruhi oleh lingkungan dan terutama dalam proses pembelajaran. Teori ini muncul hampir semuanya menyoroti tentang tingkat agresivitas yang muncul pada diri anak-anak akibat menonton tayangan yang menampilkan kekerasan di televisi. Bahkan sampai menimbulkan banyak perdebatan seputar pertanyaan apakah kekerasan dalam televisi dapat menyebabkan tingkah laku yang agresif terutama pada diri anak-anak. Bandura pun banyak memberikan sumbangan pemikiran, salah satunya Bandura menyatakan bahwa keluarga dan media massa sebaiknya memeberikan contoh peranan model yang positif untuk anak-anak mereka dan untuk masyarakat pada umumnya. Meski banyak dukungan yang diberikan untuk Bandura, namun teori ini tidak terbebas dari kritikan. Ini berhubungan dengan fokusnya teori ini pada tingkah laku seseorang tanpa memperhitungkan emosi dan konflik dalam diri seseorang. Bandura juga lebih fokus mengobati suatu gejala tanpa mementingkan sebab dari dalam diri sesorang yang mungkin ada.
Diterbitkan di: 12 Juni, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.