Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Hak Menggunakan Pemberian Orang Lain

Hak Menggunakan Pemberian Orang Lain

oleh: Holidin    
ª
 
  • Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat dan mendengar orang “memberi” dan “diberi “ sesuatu oleh orang lain. Semua kegiatan tersebut kita sering menyebutnya “Pemberian”. Pemberian yang diberikan orang lain kepada kita bisa berupa barang atau pun jasa. Yang jelas semua pemberian itu bisa menjadi hak milik kita ( halal ) apabila kita tahu aturan atau hukum yang mengikat pemberian tersebut. Oleh karena itu, menurut Ilmu Fiqh ada 4 aturan atau hukum yang mengatur tentang pemberian sesuatu barang atau jasa kepada orang lain:

    1. Shadaqah, yaitu pemberian sesuatu barang atau jasa kepada orang lain yang sifatnya “lillahi taa’la”, tujuannya hanya mengharap ridha Allah semata dengan tidak meminta balasan berupa pemberian lagi barang atau jasa dari orang yang dishadaqahinya. Biasanya kegiatan ini terjadi dari orang yang derajatnya lebih tinggi ke orang yang derajatnya lebih rendah. Misalnya, Si Kaya memberikan shadaqah berupa uang kepada si Miskin, dengan harapan dari kegiatan tersebut si Kaya mendapatkan balasan berupa ridha Allah setelah ia wafat di akhirat kelak nanti.
    2. Hadiah, yaitu pemberian sesuatu barang atau jasa kepada orang lain yang sifatnya sebagai “penghargaan” , tujuannya pemberian tersebut diberikan kepada orang lain semata-mata untuk menghargai atas jasa dan prestasi yang telah dihasilkan orang tersebut. Pemberian hadiah ini juga tidak meminta balasan dari orang yang dihadiahinya. Umumnya kegiatan ini terjadi dari orang yang derajatnya lebih rendah kepada orang lebih tinggi ataupun sebaliknya. Misalnya, seorang siswa memberikan hadiah jam kepada gurunya sebagai balasan atas jasa guru tersebut yang telah membimbingnya hingga lulus dalam mengikuti ujian nasional.
    3. Wasiat, yaitu pemberian suatu barang kepada orang lain, yang sifatnya pemberian itu bisa menjadi hak milik orang yang diberi wasiat apabila orang yang memberi wasiat tersebut telah meninggal dunia. Artinya, selama orang yang memberi wasiat tersebut masih hidup, haram hukumnya barang tersebut dipergunakan. Baru setelah orang yang memberi wasiat itu meninggal dunia maka halal hukumnya bila orang yang diberi wasiat mengambil manfaat atau menggunakan barang tersebut karena sudah menjadi hak miliknya.
    4. Diafah ( menyuguhkan), yaitu pemberian suatu barang kepada orang lain, yang sifatnya untuk “menjamu”, tujuannya hanya untuk memberikan penghormatan kepada orang lain. Misalnya, si A bertamu ke rumah si B, kemudian si B menyajikan berbagai makanan dan minuman kepada si A. Dalam kegiatan ini si A dihalalkan untuk menyantapnya.
  • Biasanya pemberian diafah ini bukan merupakan hak milik mutlak orang yang diberi diafah ( tamu ), artinya pemberian itu halal dimakan oleh tamu hanya di tempat asal ia bertamu, dan akan haram hukumnya bila di bawa ke rumah ( di bawa pulang ), kecuali yang diberi diafah meminta izin dulu kepada pemilik rumah seandainya ia menginginkan salah satu makanan yang disajikan kepadanya untuk di bawa pulang. Semua kegiatan ini akan halal apabila ada “Ulimna ridho uhu” atau “sudah maklum ridhanya”.

    Semua kegiatan pemberian diatas yaitu shadaqah dan hadiah, dalam ilmu fiqh dikenai hukum “Tamlik” atau “ Hak milik ”, sedangkan Wasiat dikenai hukum “tergantung yang memberi wasiat”, serta untuk kegiatan pemberian Diafah dikenai hukum “ Ibahah” atau “ dibolehkan diambil manfaatnya tapi bukan hak milik”.

    Itulah kiranya beberapa aturan atau hukum Islam yang mengatur bagaimana cara kita dalam menggunakan hak dari setiap pemberian barang atau jasa yang kita terima dari orang lain. Mudah-mudahan sedikitnya bisa membantu kita dalam memilih dan mengambil manfaat dari setiap pemberian orang lain kepada kita dengan tidak melanggar batas kehalalan atau keharamannya .
    Diterbitkan di: 31 Juli, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .