Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Pengertian, Ciri-ciri dan Pembagian Isim

Pengertian, Ciri-ciri dan Pembagian Isim

oleh: Mboxdhe     Pengarang : mboxdhe
ª
 
  • Pengertian Isim
    Isim yaitu kata atau kalimat yang menunjukkan arti benda atau apapun yang menurut tata bahasa dikategorikan isim.

    Pembagian Isim
    Isim ditinjau dari jenisnya ada dua yaitu :
    1. Isim mudzakar yaitu isim yang menunjukkan arti laki-laki atau yang dianggap mudzakar.
    2. Isim muannast yaitu isim yang menunjukkan arti perempuan atau yang dianggap muannast.
  • Isim ditinjau dari bilangannya ada tiga yaitu :
    1. Isim mufrod yaitu isim yang menunjukkan arti tunggal atau Satu
    2. Isim mutsanna atau tatsniyyah yaitu isim yang menunjukkan arti ganda atau dua.
    3. Isim jamak mudzakar salim yaitu isim yang menunjukkan arti laki-laki jamak (rumusnya adalah diakhiri dengan wawu dan nun)
    4. Isim jamak muannats sallim yaitu isim yang menunjukkan arti perempuan jamak (rumusnya adalah diakhiri dengan alif dan ta’).
    5. Isim jamak taksir yaitu isim yang menunjukkan laki-laki atau perempuan jamak (rumusnya banyak dan simai atau mengikuti orang arab atau melihat kamus arab)
    Ditinjau dari kekhususanya isim ada dua yaitu :
    1. Isim nakiroh yaitu kata benda yang mempunyai makna umum
    2. Isim makrifat yaitu makna khusus mengacu pada benda tersebut
    Ciri-Ciri Isim
    1. Bisa diberi tanwin yaitu harakat ganda di akhir kata
    2. Ditambah alif dan lam pada awal kata
    3. Bisa dirangkai dengan kata panggil huruf annida
    4. Bisa dirangkai dengan kata keterangan.
    Kata yang masuk dalam isim ma’rifat ada 6 :
    Isim dhomir atau kata ganti, yaitu kata benda yang digunakan untuk menggantikan orang yang berbicara, lawan bicara, dan sesuwatu yang dibicarakan.
    1. Dhomir munfasil yaitu dhomir yang terpisah (berdiri sendiri)
    2. Dhomir muttashil yaitu dhomir yang bersambung, baik bersambung dengan isim, fiil, maupu huruf.
    3. Dhomir mustatir yaitu dhomir yang tersimpan dalam fi’il.
    4. Dhomir mustatir wujuban yaitu dhomir yang tersimpan pada fiil yang tidak bisa diganti dengan isim dzohir.
    5. Dhomir mustatir jawazan yaitu dhomir yang tersimpan pada fi’il yang bisa dkiganti dengan isim dzohir.
    6. Dhomir muttashil rofa’ (fa’il) berlaku pula pada dhomir muttashil rofa’ (naibul-fa’il).
    Diterbitkan di: 16 Maret, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .