Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Dasar-dasar ilmu faraid

oleh: fiftythousand    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}

Pembagian harta warisan atau faroid merupakan nama bagian yang telah diperkirakan bagi orang yang berhak. Pembagiannya pun harus menggunakan kepastian. Namun sesuai dengan perkembangan zaman ilmu mawaris atau hokum faroid di perkirakan merupakan ilmu fiqh yang akan hilang pertama kal.Alasan mengapa ilmu faroid itu akan hilang pertama kali adalah karena sulitnya dalam pemahaman ilmu faroid ini.

Sering, dalam kehidupan sehari – hari orang sulit membedakan antara Warisan dengan Wasiat, karena sama – sama ditinggalkan oleh si Fulan (mayit) kepada seseorang.Namun, disini kami akn menjelaskan tentang pembagian harta warisan karena pengertia serta penjelan mengenai hukum mawaris telah di jelaskan pada makalah sebelumnya.

11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

untuk lengkapnya, silahkan copy link berikut. terima kasih :)
http://afiksa-afiksa.blogspot.com/2013/03/dalil-ilmu-faraid.html
Diterbitkan di: 07 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.