Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Latar Belakang Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan

Latar Belakang Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan

oleh: ZulfikarPutra    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Sekolah merupakan lembaga formal yang merupakan wadah yang baik untuk membentuk karakter (kepribadian) anak,meningkatkan wawasan dan mengeksplorer potensi anak. Di samping itu juga sekolah berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru.

Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan. Namun demikian, menurut Erman Suherman (http : educare.e-fkipunla.net), umumnya guru masih mendominasi kelas, siswa pasif ( datang, duduk, nonton, berlatih, …., dan lupa). Guru memberikan konsep, sementara siswa menerima bahan jadi. Masih menurut Erman Suherman, ada dua hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati (enjoy) untuk belajar, yaitu kebanyakkan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal) membaca bahan yang akan dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih parah lagi, siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti.
Berdasarkan pengamatan penyusun di SD…….., terdapat beberapa kendala pada pemebelajaran selama ini antara lain :

1. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep

2. Siswa kurang aktif / siswa pasif dalam proses pembelajaran.

3. Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar.

4. Guru kurang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

5. Hasil nilai ulangan / hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah

6. Pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa.

7. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran


Sebagai pendidik, penyusun melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter (integritas). Hal ini tentu saja merupakan suatu hambatan bagi guru. Namun penyususn ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya di harapkan akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Untuk menjawab hal itu, penyusun mencoba memberi solusi kepada guru-guru untuk menerapkan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang dibutuhkan seperti : RPP, alat peraga, metode ceramah (pedagogik) teknik pengumpulan data dan instrument yang dibutuhkan untuk membantu agar dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.

Diterbitkan di: 14 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.