Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Berdevosi dengan baik dan benar.

Berdevosi dengan baik dan benar.

oleh: dominiq    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; text-inden t:.5in; line-height:115%; font-size:11. 0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}

Penghayatan Devosi Sakramen Mahakudus.

Kehidupan Devosi dalam gereja katolik sangatlah berkembang pesat. Sehingga banyak kita temukan kegiatan-kegiatan devosi yang dilakukan oleh umat katolik pada saat ini. Kenyataan akan devosional ini adalah suatu kenyataan yang harus patut di banggakan dalam diri umat katolik saat ini. Karena dengan kenyataan ini menunjukkan bahwa kehidupan rohani umat katolik dapat di nilai semakin tinggi dan berkembang hingga sampai saat ini. Seperti devosi kepada sengsara Yesus, devosi kepada Hati Yesus, devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Maria, dan lain-lain.

Devosi juga dimengerti sebagai bentuk doa yang bukan menjadi bagian resmi dari liturgi umum Gereja, tapi menjadi bagian dari praktik-praktik kerohanian yang terkenal dari umat Katolik[3].Sumbangan devosi umat dalam liturgi Gereja adalah mengingatkan pentingnya dimensi afeksi-emosi dalam liturgi. Karena liturgi belum seluruhnya menampung kebutuhan iman umat. Selain itu juga bahwa devosi ini mengingatkan umat akan perlunya kesederhanaan ungkapan iman dalam liturgi dan juga bahwa liturgi itu adalah sebuah doa.

Nilai - nilai positif dari liturgi[4] adalah membuat kehidupan beragama menjadi semarak, dapat dirasakan dan tidak kering. Dalam praktek-praktek devosi, kehidupan beragama menjadi berwarna, tidak monoton. Devosi juga mampu memberi keseimbangan ketika kaum beragama cenderung terpaku pada huruf yang mematikan dan juga mampu menggerakakkan hati orang untuk menghayati imannya.

Tujuan dari devosi antara lain:[5]

1. menggairahkan iman don kasih kepada Allah;

2. mengantar umat pada penghayatan irnan yang benar akan misteri karya keselamatan Allah dalarn Yesus Kristus;

3. mengungkapkan dan meneguhkan iman terhadap salah satu kebenaran misteri iman;

4. memperoleh buah-buah rohani.

Makna dan Tujuan Devosi Sakramen Mahakudus


Banyak macam-macam devosi yang ada dalam gereja katolik seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Pada kesempatan ini saya mau memperlihatkan makna dan tujuan devosi sakramen mahakudus itu sendiri. Biasanya yang paling sering dilakukan umat untuk mengadakan devosi ataupun bentuk kebaktian kesalehan ini dengan bentuk adorasi kebaktian kepada Sakramen Mahakudus ataupun sembah sujud kepada Sakramen Mahakudus atau yang sering disebut dengan Salve. Salve ini menunjuk pada adorasi Ekaristi ataupun pujian kepada Sakramen Mahakudus [6].


Apa yang dapat dilakukan pada saat kita melakukan adorasi Sakramen Maha Kudus? Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat dilakukan dalam adorasi Sakramen Maha Kudus:[8]

1) Mengucapkan doa sebelum adorasi, seperti yang ada di dalam buku panduan.

2) Berdoa dari kitab mazmur atau membaca doa ibadat harian. Kita dapat memilih Mazmur yang berisi pujian, ucapan syukur, permohonan ampun ataupun permohon agar didengarkan Tuhan. Atau kita dapat pula mendoakan ibadat harian yang dibacakan Gereja sepanjang Tahun.

3) Mengulangi “doa Yesus ”. Mengulangi doa, “Tuhan Yesus kasihanilah aku, yang berdosa ini.” Ulangi terus, sampai hati dan pikiran kita tenang dan masuk dalam doa kontemplasi.

4) Merenungkan kitab suci (Lectio Divina). Pilihlah salah satu perikop dalam kitab suci. Bacalah dan renungkanlah ayat-ayat tersebut. Pusatkan perhatian pada salah satu ayat yang menyentuh kita saat itu dan mohonlah agar kita dapat memahami apa yang Tuhan inginkan kita pahami dari ayat itu.

5) Bacalah riwayat hidup para santo/santa dan berdoalah bersama dengan mereka. Banyak dari para orang kudus mempunyai devosi kepada Ekaristi, contohnya St. Teresa dari lisieux (kanak-kanak Yesus), Katarina dari Siena, Fransiskus Asisi, Thomas Aquinas, dan ibu Teresa dari Kalkuta. Kita dapat membaca riwayat hidup mereka dan berdoa bersama mereka di hadapan sakramen Maha Kudus, semoga kitapun didorong untuk bertumbuh di dalam iman dan kekudusan seperti mereka.

6) Curahkanlah isi hati kita kepada kristus dan sembahlah dia. Kita dapat pula datang dan mencurahkan isi hati kita kepadaNya. Kita berdoa seperti St. Fransiskus Asisi, “Aku menyembah-Mu, Oh Kristus, yang hadir di sini dan di semua Gereja di seluruh dunia, sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus Dunia”.

7) Mohonlah ampun kepada Tuhan dan berdoalah bagi orang-orang di sekitar kita. kita dapat pula berdoa bagi mereka yang pernah menyakiti hati kita dan memohon rahmat Tuhan bagi mereka. Mohonlah agar Tuhan mengampuni kita, yang juga telah sesama/kurang mempertikan mereka. Atau seperti yang dianjurkan oleh St. Faustina Kowalska, kita dapat bedoa memohon kerahiman ilahi tersebut.

8) Duduk sajalah dengan tenang dan alami hadirat tuhan. Kita dapat pula duduk tenang dalam hadirat Tuhan seperti halnya kita sedang mengunjungi seorang sahabat. Duduk tenang di hadapanNya, dan nikmatilah hadiratNya. Kita diam, dan berusaha mendengarkan apa yang hendak di sampaikannya.

Dengan berkembangnya adorasi di sejumlah tempat di wilayah Gerejani Indonesia, di harapkan umat benar-benar menghayati dengan benar makna yang terkandung dalam Adorasi Ekaristi, terkhusus Sakramen Maha Kudus. Sering kali kita mendengar bahwa ada sebagian umat yang lebih menyukai adorasi Ekaristi daripada mengikuti Ekaristi itu sendiri ataupun sebagian umat yang kurang berminat terhadap adorasi Ekaristi. Lantas bagaimana kita menyikapinya. Perlu disadari bahwa sakramen Ekaristi merupakan sumber dan puncak iman kehidupan kristiani. Dengan merayakan Ekaristi, kita menimba kekuatan rohani dari Allah sendiri untuk menjalankan hidup kita. Maka Ekaristi menjadi hal yang lebih pokok dalam perayaan iman kita. Sedangkan adorasi Ekaristi sendiri merupakan salah satu bentuk dari devosi kepada sakramen Ekaristi. Tanpa mengurangi nilai agung dari adorasi sakramen Ekaristi, perayaan Ekaristi menjadi hal utama yang harus kita rayakan sebagai peritiwa iman kita. Adorasi menjadi perlu bagi kita untuk melakukan penyembahan yang lebih mendalam kepada Sakramen Maha Kudus setelah kita menerima dan menyantap tubuh Tuhan.


[1] Bdk Konsili Vat II “ sacrosanctum concilium “ (SC) art.13 dalam dokumen konsili vatikan II,terj. R. Hardawiryana SJ. Jakarta: departemen dan penerangan KWI, 1997

[2] Bdk Rm. Agus Lie., power point. Liturgi fundamental. Menuju suatu teologi liturgy. Malang, slide 13.

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Devosi_Katolik. diakses tanggal 6 November 2011

[4] Y.I. Iswarahadi, Beriman dengan Bermedia: Antologi komunikasi. Yogyakarta: Kanisius, 2003. hlm.42.

[5] Bdkhttp://www.imankatolik.or.id.diakses tanggal 6 november 2011

[6] Martasudjita, E. Pr., Adorasi Ekaristi. Yogyakarta, Kanisius. 2007 hal 11.

[7] Bdk.Ibadat Adorasi Ekaristi ,Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang. Hlm. 8-9.

[8] Bdk. http:// wordpress.com/informasi-iman-katolik/adorasi-Ekaristi/diakses pada tanggal 28 oktober 2011.

Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.