Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Politik Balas Budi

oleh: masguntur     Pengarang : Mas Guntur alias Miftahul huda
ª
 

Politik Balas Budi

Oleh : Miftahul huda

Di buat Tanggal 26 oktober 2011



Memang dalam kehidupan ini yang palit sulit adalah jika kita berhutang budi dengan seseoarng, karena hutang budi seperti kata Pri bahasa, “Hutang Emas Dapat Di Bayar, Namun Jika Hutang Budi Di Bawa Sampai Mati”. Pribahasa tersebut memang benar benar di gunakan oleh orang orang yang berkepentingan dengan para elit pemerintahan dalam memenuhi hasrat ketamakan pribadi. Sebagian dari mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah kesempatan, sementara sang Elit yang sudah terlanjur memiliki hutang budi juga tidak dapat menolak permintaan orang yang telah memberinya jasa. Maka apa yang terjadi ?. pastinya akan banyak masalah yang timbul, dan pelayanan trhadap masyarakat akan menurun.

Saya akan memberikan satu contoh kasus mengenai Bahayanya politik balas budi dalam sektor kepemrintahan, baik akan saya persempit dengan satu crita nyata begini ; “ ada seorang pegawai rendahan di pemerintahan yang memiliki jasa kepada atasa nya, ia bermaksud untuk minta naik jabatan walaupun kapasitas kemampuan nya masih sangat jauh di ragukan. Namun apa hendak di kata sang atasan tidak dapat menolak permintaan tersebut, dan singkat cerita sang pegawai rendahan tadi naik jabatan. Kemudian ada lagi, katakanlah seorang masyarakat biasa namun memiliki pamor di masyarakat dan ia mengikat kontrak politik dengan Politikus berpengaruh yang pada saat sebelum menjadi pejabat ia sebagai Tim sukses nya. Setelah sang politikus naik ke kursi panas ia pun meminta agar kerabat dekatnya dijadikan pegawai, tidak ada penolakan dari sang politikus, senang atau tidak senang, terpaksa ia harus memenuhi permntaan tersebut. walaupun kapasitas dan kapabilitas kerabat dekat tim suksesnya tersebut masih meragukan.

Dari fakta di atas coba saja anda bayangkan jika hal tersebut terus menrus terjadi, maka Birokrasi akan lamban dalam berjalan, karena banyak orang yang sesungguhnya tidak bisa bekerja dengan profesional memaksakan diri untu bekerja. Sungguh sesuatu yang sangat merugikan bagi bangsa ini jikalau para pegawainya banyak yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Uang negara yang sesungguhnya uang rakyat hanya akan habis di berikan dengan orang orang yang tidak profesional. kalau sudah begitu negara ini tidak usah ada lagi Test Pegawai negeri, karena test pegawai merupakan suatu yang sia sia dan hanya membuang buang waktu, kenapa begitu ? ya jawaban nya ada pada Politik balas budi yang semua nya melalui lobi lobi kepada para pejabat dan elit politik yang berkepentingan.

Walaupun saya tida menulis seperti ini pun saya rasa hal ini merupakan rahasia umum, dari mulai pemerintahan pusat hingga ke pelosok daerah tetap saja Politik balas budi menjadi perioritas utama dalam menentukan suatu kebijakan. Saya hanya dapat mengajak kepada para pembaca untuk bersama mendoa`kan semoga mereka yang melakukan politik balas budi dapat di bukakan pintu kesadaran, bahwa sesungguhnya hal tersebut sangat merugikan masyarakat umum. Amiin


Diterbitkan di: 25 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.