Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Cara mudah mengajari anak (kecil) untuk bekerja

Cara mudah mengajari anak (kecil) untuk bekerja

oleh: bhagonk    
ª
 
  • Yah, sikap apriori/pesimis seperti diatas adalah hal yang lumrah bagi sebagian besar orang tua yang mengganggap bahwa anak-anak kita yang masih kecil tidak mungkin bisa diajak untuk bekerja atau membantu orang tuanya, andaikata adapun biasanya akan berantakkan dan tidak karuan hasilnya, jadi lebih baik tidak usah/perlu mengikutsertakan anak-anak kita yang masih kecil untuk bekerja.
    Dengan sudah tidak memiliki kepercayaan seperti diatas, maka secara tidak sadar dan tidak langsung pula, kita sebagai orang tua sudah tidak percaya akan kemampuan anak-anak kita sendiri, dan tentunya ini akan menjadi bibit negatif untuk bekal mereka kelak di masa depan.

    Sebenarnya mengajari anak-anak kita yang masih kecil bekerja adalah sesuatu yang menyenangkan dan sangat bermanfaat sekali untuk pembentukan watak & kepribadian mereka kelak. Lalu bagaimana caranya dan kapan waktu yang tepat, mengajari mereka bekerja? Waktu yang tepat mengajari mereka bekerja contohnya adalah pada saat libur hari raya Idul Fitri seperti saat ini, yah..pada saat pembantu kita mudik/pulang kampung dalam waktu yang relatif cukup lama. Lalu bagaimana caranya? berikut ini beberapa langkah/cara untuk mengajari mereka bekerja, antara lain:
    1. Ajari mereka menyapu lantai, biasanya pada saat orang dewasa sedang melakukan suatu aktivitas, anak-anak pasti akan mencoba berusaha untuk membantu kita, meskipun mereka belum tahu, apakah mereka benar-benar bisa membantu atau tidak? biasakan jangan melarang mereka apabila ingin membantu kita (mis: untuk menyapu lantai), karena apabila kita melarang mereka, secara tidak sadar kita telah mematahkan semangat/motivasi mereka yang sebenarnya ingin membantu. Biarkan mereka ikut membantu sambil kita awasi apabila ada aktivitas yang dapat membahayakan dirinya ataupun orang lain. Beritahu pula manfaat dan maksud dari beberapa bentuk aktivitas menyapu tsb (mis: kenapa kita harus menyapu searah? mengapa kita harus menyapu perlahan-lahan? dsb)
    2. Ajari mereka mencuci pakaian, nah...sebagian besar anak-anak kecil sangat menyukai bila bermain-main dengan yang namanya AIR. Untuk itu moment yang tepat sekali bila kita mengajari mereka untuk membantu kita dengan menggunakan media (air) yang tentunya sangat mereka sukai. Kita cukup mengarahkan serta mengawasi aktivitasnya saja, serta tidak lupa pula menjelaskan manfaat serta , maksud dari beberapa gerakan dari mencuci itu sendiri, (mis: maksud dari merendam pakaian dengan diterjen, maksud dari mengucek pakaian, dsb). Biarkan mereka berbasah-basah ria, asalkan setelah selesai membantu kita dalam mencuci, gantilah pakaian mereka dengan yang kering, guna mencegah mereka sakit karena masuk angin.
    3. Ajari mereka berbelanja, biasanya sebagai orang tua kita agak enggan untuk mengajak anak-anak kita berbelanja (mis: mall atau supermarket), karena seperti yang sudah-sudah mereka pasti hanya merengek minta ini-itu serta mengacak-ngacak barang belanjaan kita saja. Itu terjadi mungkin karena kita tidak mengarahkan mereka untuk membantu atau mengikutsertakan mereka dalam mencari barang-barang keperluan yang akan kita beli. Mulai sekarang ikutsertakanlah mereka dalam mencari barang-barang yang akan kita beli, arahkan mereka dengan memberikan ciri-ciri barang tsb, dan beritahu pula letak/area dimana kita bisa mendapatkannya. Dan yang terpenting, jangan lupa berikan pujian kepada mereka apabila mereka berhasil mendapatkan barang sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan jangan rendahkan mereka juga apabila mereka salah atau belum berhasil mendapatkan barang tsb, tetap berikanlah semangat untuk jangan mudah menyerah/putus asa dalam mendapatkannya. Kelak pelajaran "sepele" ini akan membuat mereka tetap semangat/gigih dalam menyelesaikan suatu pekerjaan nanti.
  • Mudah bukan mengajari anak-anak kita dalam bekerja? kuncinya adalah: jangan menganggap remeh kemampuan anak-anak kita, kalau kita sebagai orang tuanya saja telah menganggap remeh mereka, bagaimana dengan orang lain? kita tidak mau bukan kalau anak-anak kita dianggap remeh oleh orang lain? dan jangan mudah putus asa dalam mengajarkan serta memberitahu maksud dan manfaat suatu kegiatan yang sedang kita lakukan, meskipun awalnya hasil kerja mereka berantakan, tetapi percayalah itu adalah awal dari suatu kesuksesan
    Nah...tunggu apa lagi, lekaslah ajari mereka untuk bekerja....dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H, mohon maaf lahir dan batin...
    Diterbitkan di: 30 Agustus, 2011   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .