Defenisi atau Pengertian Uji Normalitas dan Uji Outlier Data dapat dijabarkan atau diuraikan sebagai berikut, uji normalitas digunakan untuk menguji distribusi data sedangkan uji Outlier data digunakan untuk menduga ada tidaknya linearitas, untuk lebih jelasnya lihat uraian dibawah ini : 1. Uji N ormalitas
Uji normalitas untuk menguji distribusi data yang akan dianalisis
menyebar normal. Uji normallitas dimaksudkan untuk menguji apakah data yang
digunakan dalam penelitian memiliki distribusi normal baik secara multivariat
maupun univariat. Evaluasi normalitas dilakukan dengan menggunakan kriteria critical ratio skweness value sebesar ±
2,58 pada tingkat signifikansi 99%. Data mempunyai distribusi normal jika nilai
critical ratio(c.r) skweness di bawah
harga mutlak ± 2,58. Uji normallitas menggunakan metode univariate normality dengan melihat koefisien indeks skew univariate (kecondongan) dan indek skurtosis univariate (tinggi-datar). Data memenuhi syarat
normalitas data jika koefisien indeks skew
univariate dan indekskurtosis multiunivariate berada di antara
0 sampai ± 2,58.
2.
Uji Outlier Data
Uji linearitas dapat dilakukan dengan mengamati scatterplots dari data yaitu dengan
memilih pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada tidaknya
linearitas.
Uji outlier data ada
dua cara:
- Mendetesi
terhadap univariate outlier dengan
mengamati Z score. Bila data memiliki nilai Z score ± 3,0 berarti ada nilai outlier.
- Bila didetes
terhadap multivariate outlier dengan
menggunakan jarak Mahalanobis pada
tingat P < 0,05 atau 95% . ;
jarak Mahalanobis itu dievaluasi
dengan menggunakan א 2 pada derajat bebas sebesar variabel yang digunakan dalam
penelitian. Bila kasus mempunyai jarak Mahalanobis
lebih besar dari nilai Chi-Square
pada tingkat signifikan 0,05 maka tidak terjadi multivariate outlier.