Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Pengertian Perkawinan Dalam UU No.1 Tahun 1974

Pengertian Perkawinan Dalam UU No.1 Tahun 1974

oleh: RIKIFAJARLAODE    
ª
 
Perkawinan sudah sering kita dengar dikalangan masyarakat dan hapir setiap individu ingin melaksanakan perkawinan, dengan demikian perlu diketahui apa pengertian dari Perkawinan itu sendiri.
Pengertian Perkawinan menurut beberapa ahli dan menurut Al-Qura'an dapat diuraikan sebagai berikut :

Menurut Shalaby (2001:12) mengemukakan tentang makna perkawinan dengan arti dari Q.S Yaa Siin : 36 dan Q.S. Al-Mu’minun : 27 bahwa perkawinan adalah hukum alam yang tetap dan luas bidangnya yang mencakup setiap makhluk hidup, hukum tersebut membahagiakan setiap makhluk hidup dan masing-masing jenis akan memperoleh bagian, yaitu suatu rahasia yang berbeda dengan rahasia yang di berikan kepada lawan jenisnya.

Norma dan adat di Indonesia menghendaki adanya pengesahan perkawinan secara agama maupun secara undang-undang. Tetapi untuk keperluan studi demografi, Badan Pusat Statistik mendefenisikan seseorang berstatus kawin apabila mereka terikat dalam perkawinan pada saat pencacahan, baik yang tinggal bersama maupun terpisah yang dianggap sah sebagai suami istri (BPS, 2000). Defenisi luas tentang perkawinan ini di gunakan oleh BPS karena dalam kenyataannya pada suatu masyarakat sering di temukan banyak pasangan laki-laki dan perempuan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah secara hukum. Sering kali hal ini terjadi disebabkan karena persyaratan perkawinan yang sah memberatkan kedua belah pihak yang hendak menikah, misalnya biaya peralatan yang terlalu tinggi, tidak mampu membayar biaya memproses. Perkawinan yang sah atau biaya mahar yang tidak terjangkau oleh pasangan yang hendak menikah secara resmi.

Diterbitkan di: 15 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    makna perkawinan menurut KUHPerdata, uu nomor 1 tahun 1974 dan kompilasi hukum islam Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.