Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Metode Pengembangan Kurikulum

Metode Pengembangan Kurikulum

oleh: AlghafuryIrul    
ª
 
Metode Pengembangan Kurikulum
Oleh: Amirul Mukminin
Sebelum mengemukakan pendapat tentang pendekatan yang dipakai Negara kita dalam mengembangkan kurikulum rasanya perlu bagi saya untuk menjelaskan sedikit tentang beberapa pendeekatan yang dapat dipakai dalam mengembangkan kurikulum
1. Pendekatan subjek akademis
penyusunan dan pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan ini, didasarkan pada sistematis masing-masing disiplin ilmu. Setiap ilmu pengetahuan memiliki sistematis tertentu yang berbeda-beda, pengembangan kurikulum subyek akademis dilakukan dengan cara menetapkan lebih dahulu mata pelajaran/ mata kuliah apa yang harus dipelajari peserta didik, yang diperlukan untuk persiapan pengembangan disiplin ilmu.
2. Pendekatan humanistik
penyusunan dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan humanistik dimaksudkan untuk memanusiakan mansia dalam artian usaha memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan alat-alat potensial dan potensi dasarnya seoptimal mungkin untuk dapat difungsikan sebagai sarana bagi pemecahan masalah-masalah hidup dan kehidupan, pengembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan budaya manusia serta nilai-nilai keagamaan.
3. Pedekatan teknologis
pendekatan teknologis dalam menyusun kurikulum atau program pedidikan bertolak dari analisi kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Materi yang diajarkan, kriteria evaluasi sukses dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas (job analisis) tersebut. Jadi pendekatan ini, terbatas pada hal-hal yang bias dirancang sebelumnya, baik ang menyangkut proses pembelajaran maupun prodoknya.
4. Pendekatan rekonstruksi sosial
pendekatan rekonstruksi social, bertolak pada problem yang dihadapai dalam masyarakat untuk selanjutnya memerankan ilmu-ilmu dan teknologi serta bekerja secara kooperatif dan kolaboratif, sebagai upaya mencarikan peecahannya menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik.
Berdasarkan pemaran tersebut di atas, saya berasumsi bahwa pemerintah Indonesia telah mencoba berbagai pendekatan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum di Negara ini. Ketika kita mamakai kurikulum KBK maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teknologis yang berdasarkan pada analis kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Adapun kurikulum KTSP, saya melihat departeen pendidikan nasional menggunakan pendekatan subyek akademis dan rekonstruksi sosial. Asumsi saa berdasarkan pada fenomena pendidikan di Indonesia yang saat ini sedang berusaha mengunggulkan sekolah-sekolah kejuruan (SMK/MAK sederajt) yang tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tantangan globalisasi walaupun kita sadari hal ini belum berjalan optimal. Selain itu, kurikulum KTSP memberikan peluang kepada instansi-instansi pendidikan untuk mengembangkan kurikulu sesuai dengan rekonstruksi sosial masyarakat setempat. KTSP juga menggunakan pendekatan subyek akademis berdasarkan kenyataan bahwa sekolah-sekolah telah menentukan materi pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik, lalu kemudian, pada tingkat selanjutnya dilakukan penjuruan untuk mengembangkan sebuah disiplin ilmu yang sesuai dengan kemampuan siswa atau peserta didik.

Diterbitkan di: 03 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana metode dan teknik perubahan metode pengembangan kurikulum Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.