Jika kita mendengar istilah logika,tentunya bukan kalimat asing lagi. Istilah logika biasa digunakan untuk menyebutkan yang mempunyai kaitan dengan cara berpikir yang masuk akal atau biasa disebut berpikir logis.
Kata Logika adalah berasal dari bahasa latin, yakni logos yang berarti adalah perkataan,ucapan atau sabda. Istilah lain dari logika adalah terdapat dalam bahasa arab yang digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, yang diambil dari kata kerja nataqa, yang berarti berkata atau berucap. Sedangkan logika secara luas dapat di definisikan sebagai “ pengkajian berpikir secara shahih “ (William S. Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian, Realism of Philosophy). Logika mengajak berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang. Ia mendidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani. Suatu sikap yang di butuhkan dalam segala suasana, tempat, dan waktu. Logika juga dapat di artikan sebagai suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan yang di dalam prosesnya di lakukan penarikan kesimpulan.
Logika memiliki dua jenis cara penarikan kesimpulan, yakni logika induktif dan logika deduktif. Logika induktif adalah erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan di pihak lain, logika deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan yang dapat membantu kita dalam menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus).