Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Pengertian dan Defenisi Kas Menurut Para Ahli

Pengertian dan Defenisi Kas Menurut Para Ahli

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Douglas Garbutt (1985) dalam Basalamah,A (1994:11) pengertian kas secara umum yaitu kas adalah uang yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan Menurut Gito Sudarmo, I dan Basri (1995 : 61) mengemukakan pengertian kas adalah sebagai nilai uang kontan yang ada dalam perusahaan beserta pos-pos lain yang ada dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial, yang mempunyai sifat paling tinggi tingkat likuiditasnya.
Dan menurut Djarwanto,Ps (1996 : 37) mengemukakan bahwa kas adalah uang tunai dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.
Dari ketiga pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kas adalah harta yang paling likuid/ lancar yang tidak terbatas hanya pada uang tunai saja, tapi juga kas bank, cek, wesel, serta surat-surat berharga yang dapat dengan segera digunakan sebagai alat pembayaran.
2.2.2 Motif Memilki Kas
Secara umum besarnya saldo kas suatu perusahaan dipengaruhi oleh tiga (3) factor. Menurut Douglas Garbutt dalam Basalamah (1994 :12) mengemukakan motif memiliki kas yaitu :
1. Motif transaksi
Kas yang memadai harus selalu tersedia untuk membeli persediaan, membayar biaya hutang, biaya gaji, deviden dan sebagainya.
2. Motif Spekulatif
Kas seperti ini disimpan untuk sewaktu-waktu, misalnya membeli saham perusahaan lain yang bangkrut, membeli persediaan dengan harga yang lebih murah, mengambil alih (take Over) perusahaan lain dan sebagainya.

3. Motif Berjaga-jaga
Motif berjaga-jaga ini memberikan jaminan terhadap kenyataan bahwa kita mengetahui atau menyadari bahwa kondisi dimasa mendatang adalah sukit diduga atau tidak pasti.
Misalnya terputusnya mata rantai kas, kesalahan produksi atau perusahaan tidak bias menjual produknya.
Selanjutnya Manullang. M (1985 :24) menambahkan factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya saldo kas, adalah :
1. Tersedianya kredit jangka panjang dari bank
Bila perusahaan diizinkan oleh bank untuk meminjam dana jangka pendek dari bank sewaktu-waktu maka tidak begitu perlu kas tersedia dalam jumlah besar.
2. Tingkat bunga pasar.
Hal ini dipengaruhi jumlah uang yang ada di pasar, jika jumlah uang yang tersedia banyak maka tingkat bunga rendah dan bila jumlah uang yang tersedia sedikit maka akan terjadi yang sebaliknya.
3. Variasi dan Fluktuasi aliran kas.
Bila aliran ka situ selalu tidak tepat dan berfluktuasi, maka kas yang harus disediakan tentunya akan dipengaruhi.

4. Compensating Balance.
Compensating balance atau saldo minimum yang ditentukan oleh bank dimana perusahaan menjadi nasabah, akan mempengaruhi besarnya kas yang harus tersedia.
5. Persediaan besi kas (Safety cash balance)
Persediaan besi kas merupakan suatu factor yang cukup penting di dalam menentukan besarnya kas yang harus disediakan.
Diterbitkan di: 15 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    judul bukunya apa Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    daftar pustaka dari pengertian pengeluaran kas Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    judul bukunya apa? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    definis dana khas kecil menurut soemarso aoa Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    neraca apa yang stiap hari dilihat oleh bank Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa apa teori kas ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    BANYAK BANGET SEARCHING DI GOOGLE 26 Januari 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa definisi dara pembayaran..? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.