Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Kajian Teori Pembelajaran Matematika di SD

Kajian Teori Pembelajaran Matematika di SD

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Pembelajaran matematika yang diajarkan di SD merupakan matematika sekolah yang terdiri dari bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi anak serta berpedoman kepada perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa matematika SD tetap memiliki ciri-ciri yang dimiliki matematika, yaitu: (1) memiliki objek kajian yang abstrak (2) memiliki pola pikir deduktif konsisten Suherman (2006: 55). Matematika sebagai studi tentang objek abstrak tentu saja sangat sulit untuk dapat dipahami oleh siswa-siswa SD yang belum mampu berpikir formal, sebab orientasinya masih terkait dengan benda-benda konkret. Ini tidak berarti bahwa matematika tidak mungkin tidak diajarkan di jenjang pendidikan dasar, bahkan pada hakekatnya matematika lebih baik diajarkan pada usia dini.
Mengingat pentingnya matematika untuk siswa-siswa usia dini di SD, perlu dicari suatu cara mengelola proses belajar-mengajar di SD sehingga matematika dapat dicerna oleh siswa-siswa SD. Disamping itu, matematika juga harus bermanfaat dan relevan dengan kehidupannya, karena itu pembelajaran matematika di jenjang pendidikan dasar harus ditekankan pada penguasaan keterampilan dasar dari matematika itu sendiri. Keterampilan yang menonjol adalah keterampilan terhadap penguasaan operasi-operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian).
Untuk itu dalam pembelajaran matematika terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: (1) matematika sebagai alat untuk menyelesaikan masalah, dan (2) matematika merupakan sekumpulan keterampilan yang harus dipelajari. Karena itu dua aspek matematika yang dikemukakan di atas, perlu mendapat perhatian yang proporsional (Syamsuddin, 2003: 11). Konsep yang sudah diterima dengan baik dalam benak siswa akan memudahkan pemahaman konsep-konsep berikutnya. Untuk itu dalam penyajian topik-topik baru hendaknya dimulai pada tahapan yang paling sederhana ketahapan yang lebih kompleks, dari yang konkret menuju ke yang abstrak, dari lingkungan dekat anak ke lingkungan yang lebih luas.
Kurikulum matematika sekolah berbasis kompetensi (2004) memuat materi yang lebih ringkas dan memuat hal-hal pokok yang mencakup tiga komponen :
1. Kemampuan dasar
2. Materi standar
3. Indikator pencapaian hasil belajar
Penyusunan kurikulum berbasis kompetensi mempertimbangkan kesinambungan tujuan antara jenjang pendidikan yang lebih rendah ke jenjang yang lebih tinggi. Pada mata pelajaran matematika manyajikan tujuan instruksional sebagai berikut :
1. Siswa mampu menggunakan matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah atau soal yang mencakup : kemampuan memahami model matematika, operasi penyelesaian model, dan penafsiran solusi model terhadap masalah semula,
2. Menggunakan matematika sebagai cara bernalar dan untuk mengkomunikasikan gagasan secara lisan dan tertulis, misalnya menyajikan masalah ke bentuk model matematika.
Tujuan umum matematika sekolah ini selanjutnya dijabarkan berkesinambungan pada setiap jenjang pendidikan yaitu SD, SLTP, dan SMU. Berikut ini merupakan tujuan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama :
1. Pada Sekolah Dasar (SD)
Siswa mampu :
a. Melakukan operasi hitung : penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, beserta operasi campurannya termasuk yang melibatkan pecahan.
b. Menentukan sifat dan unsur suatu bangun datar dan bangun ruang sederhana, termasuk penggunaan sudut, keliling, luas dan volume.
c. Menentukan sifat simetri, kesebangunan dan sistem koordinat.
d. Menggunakan pengukuran, satuan, kesetaraan antar satuan, dan penaksiran pengukuran.
e. Menentukan dan menafsirkan data sederhana seperti ukuran tertinggi, terendah, rata-rata, modus, serta mengumpulkan dan menyajikan data.
2. Pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
Siswa mampu :
a. Menggunakan sifat operasi hitung : penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pemangkatan, penarikan akar, dan operasi campurannya (termasuk yang melibatkan pecahan).
b. Menerapkan sifat operasi hitung bentuk aljabar (termasuk pecahan aljabar), perbandingan, logaritma, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, himpunan, fungsi, barisan dan deret, dalam perhitungan.
c. Mengidentifikasi dan menggunakan sifat garis dan sudut, berbagai bangun datar dan bangun ruang (segi tiga, segi empat, lingkaran, prisma, limas, tabung, bola, kerucut, termasuk penggunaan keliling, luas dan volume), dalil pythagoras, simetri dan kesebangunan.
d. Melakukan kegiatan statistik (mengumpulkan, menyajikan dan menafsirkan data), menentukan ukuran pemusatan data dan menghitung peluang kejadian.
Kurikulum Matematika Sekolah Berbasis Kompetensi memiliki beberapa kelebihan, antara lain :
1. Dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi sekolah.
2. Memberi peluang kepada guru untuk mengembangkan kreativitas dan memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.
3. Siswa dapat berkembang cepat sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.
Diterbitkan di: 15 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    teori teori dalam operasi hitung Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    teori apa yang mendukung penguasaan operasi hitung siswa SD? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bilangan berpangkat Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. SYAMRILAODE

    you are wellcome

    sama sama, moga semua tulisan saya dapat bermanfaat buat khalayak banyak...

    0 Nilai 14 Agustus 2011
  2. 1. Jesica

    Jesica_sahara

    Thaks to infonya ya

    1 Nilai 20 Juli 2011
X

.