Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Landasan, Azas serta Prinsip Koperasi

Landasan, Azas serta Prinsip Koperasi

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Landasan dan azas koperasi adalah Pancasila dan UUD 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berdasarkan landasan dan azas tersebut di atas, maka kegiatan koperasi harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dan harus berdasarkan pada asas kekeluargaan yang tercermin dengan adanya kesadaran dan budi nurani untuk mengerjakan segala sesuatu untuk sesama di bawah pimpinan pengurus serta pemilikan dari para anggotanya atas dasar keadilan dan kebenaran serta keberanian bagi kepentingan bersama.
Dari pengertian landasan koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992, maka koperasi itu harus dijiwai oleh Pancasila dan merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima sila Pancasila.
Pancasila yang bulat dan utuh memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai apabila didasari atas keselarasan dan keseimbangan baik dalam hidup manusia secara pribadi, maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Sehingga di dalam pelaksanaan kegiatan koperasi harus selalu dijiwai oleh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan pedoman setiap gerak dan tingkah laku.
Sedangkan prinsip dan tujuan koperasi pada hakekatnya adalah seperti yang tercantum dalam undang-undang nomor 25 tahun 1992 yaitu :

a. Prinsip koperasi :
1) Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela kepada siapapun.
Mengandung pengertian bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. Sifat sukarela juga mengandung makna bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar koperasi. Sedangkan sifat terbuka memiliki arti bahwa dalam keanggotaannya tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apapun.
2) Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dari keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
3) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggota. Pembagian SHU dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan yang demikian ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan.
4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Modal pada koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan oleh karena balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada para anggota juga terbatas, dan tidak berdasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan, yang dimaksud dengan terbatas adalah wajar dalam arti tidak melebihi.
5) Kemandirian.
Mengandung pengertian bahwa koperasi dapat berdiri sendiri tanpa tergantung dari pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan, kemampuan dan usaha sendiri. Dalam kemandirian terkandung juga pengertian kebebasan yang bertanggung jawab, otonomi, swadaya, berani mempertangungjawabkan perbuatan dan kehendak untuk mengelola diri sendiri.
6) Pendidikan Perkoperasian.
Mengandung pengertian bahwa koperasi merupakan salah satu wahana untuk mendidik para anggotanya untuk melakukan usaha dan kerja sama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
7) Kerjasama Antar Koperasi.
Mengandung pengertian bahwa koperasi sebagai salah satu wadah ekonomi dapat bekerjasama baik dengan badan usaha lainnya (BUMN dan swasta) maupun dengan sesama koperasi.
(Sumber: Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, Departemen Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah Direktorat Jenderal Pembinaan Koperasi Perkotaan 1998/1999).
b. Tujuan Koperasi :
Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Diterbitkan di: 15 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan azas koprasi indonesia? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    azas koperasi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.