Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Presentasi>Pendekatan Pengendalian risiko menurut Para ahli

Pendekatan Pengendalian risiko menurut Para ahli

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Menurut Herman Darmawi (1997 : 78) ada dua pendekatan dasar dalam menangani risiko, yaitu :
1. Pengendalian Risiko (risk control)
2. Pembiayaan Risiko ( risk financing)
Pengendalian risiko, dijalankan dengan metode berikut :
a. Menghindari risiko.
b. Mengendalikan kerugian.
c. Pemisahan.
d. Kombinasi atau pooling.
e. Pemindahan risiko.
Pembiayaan risiko ( risk financing) meliputi :
a. Pemindahan risiko melalui pembelian asuransi
b. Menanggung risiko (retention).
Masing-masing peralatan itu dapat dipergunakan dalam kombinasi dengan satu atau lebih peralatan tersebut. Jika exposure tidak dihilangkan, maka ada alternatif lain, selain dari mempergunakan teknik financing. Dalam membahas masing-masing teknik, perhatian akan dicurahkan pada karakteristik dasarnya, pertimbangan yang mempengaruhi penggunaannya dan pengamatan-pengamatan atas bagaimana mengimplementasikannya serta bagaimana mengevaluasinya.
Menurut Herman Darmawi (1997:79) salah satu cara mengendalikan risiko murni adalah menghindari harta, orang atau kegiatan dari exposure terhadap risiko dengan jalan :
1. Menolak memiliki, menerima atau melaksanakan kegiatan itu walaupun itu hanya untuk sementara.
2. Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima atau segera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung risiko. Jadi menghindari risiko berarti juga menghilangkan risiko itu.
Selanjutnya beliau mengungkapkan bahwa ada tiga karakteristik penghindaran risiko yang harus diperhatikan, yaitu :
Pertama : Boleh jika tidak ada kemungkinan menghindari risiko. Makin luas risiko yang dihadapi, makin ketidakmungkinan menghindarinya. misalnya kalau ingin menghindari semua risiko tanggung jawab, maka semua kegiatan perlu dihentikan.
Kedua : Faedah atau laba potensial yang bakal diterima dari sebab pemilikan suatu harta, mempekerjakan pegawai tertentu atau tanggung jawab atas suatu kegiatan akan hilang jika dilaksanakan penghindaran risiko.
Ketiga : Makin sempit risiko yang dihadapi, akan semakin besar kemungkinan tercipta risiko yang baru. Misalnya menghindari risiko pengangkutan dengan kapal dan menukarnya dengan pengangkutan darat, akan timbul risiko yang berhubungan dengan pengangkutan darat.
Diterbitkan di: 17 September, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Contoh Pendekatan Pengendalian risiko terkait usahatani Agribisnis dan cara/bentuk penanggulangannya bagaimana ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian resiko Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa banyak wirausagawan dalam menghieung resiko usahanya harus secara realistis Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.