Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Peranan Internal Auditor

oleh: SYAMRILAODE    
ª
 
Tjukria (1999:102) menyebutkan bahwa ada beberapa peran yang dapat
dibawakan oleh auditor intern adalah sebagai berikut :
a) Peran sebagai pemecah masalah
Temuan audit pada hakikatnya adalah masalah. Auditor intern harus
mampu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving)
yang rasional.
b) Temuan yang ada dari pelaksanaan audit bisa menjurus pada timbulnya
konflik bila seorang auditor kurang mampu menyelesaikannya dengan
auditee. Dalam praktiknya konflik ini bisa dilalui dengan jalan :
1) Dihindari. Auditor yang suka menghindari konflik cenderung mereka
reaksi emosional dengan mencari cara yang lebih aman minta
dipindahkan atau bahkan keluar dari pekerjannya.
2) Dibekukan. Membekukan konflik adalah taktik untuk menangguhkan
tindakan.
3) Dikonfrontasikan.Masalah atau temuan bisa langsung dikonfrontasikan
dengan auditee.
Konfrontasi bisa dilakukan dengan dua jalan yaitu :
(a) Dengan memakai kekerasan, misalnya dengan kekuasaan
direktur utama auditee dipaksa melaksanakan rekomendasi
audit.
(b) Dengan memakai strategi negoisasi, dengan strategi ini kedua pihak bisa menang.
(c) Peran pewawancara. Komunikasi yang akan dilakukan oleh auditor seringkali berbentuk wawancara. Tujuannya adalah mencari fakta dan bukan opini.
(d) Peran “negosiator” dan “komunikator”. Kedua peran ini juga dijumpai pada saat melakukan auditing. Mungkin peran komunikator akan lebih menonjol dibanding dengan negosiator. Sebagai komunikator, posisi auditor agak berbeda meskipun komunikasi bukan hal yang baru bagi auditor mewujudkan komunikasi yang efektif bukanlah hal yang mudah.

Dengan demikian, keempat peran diatas perlu dipahami karena bisa jadi auditor membutuhkan langkah-langkah khusus ketika berhadapan dengan manajemen. Selain itu, auditor harus mengembangkan hubungan antar manusia yang baik. Dalam hal ini, peran kepribadian auditor menjadi sangat menentukan.
Diterbitkan di: 17 September, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.