rabu, 26 Oktober 2011
Pengurus Cabang PSSI Padang
meregistrasi keberadaan sekolah sepakbola (SSB) yang ada di Padang. Hal
ini dikarenakan menjamurnya SSB yang selama ini masih kurang
terkoordinir PSSI. Registrasi tersebut, dimaksudkan juga sebagai salah
satu upaya merangkul SSB, untuk duduk membahas program dan sasaran
pembinaan sepakbola di ibukota Sumbar ini.
Ketua Bidang Kompetisi PSSI Kota
Padang, Yulius Dede mengatakan, sesuai pedoman dasar pada peraturan PSSI
bab II pasal V, semua SSB berada dalam Pengcab PSSI. Dengan ketentuan
itu, semua SSB wajib memiliki persyaratan, seperti AD/ART, pelatih
berlisensi D, dan mendaftarkan anak binaan SSB tersebut mulai dari KU
(kelompok umur) 16 hingga 18 tahun, dan memiliki lapangan latihan.
”Selama ini keberadaan SSB masih
banyak belum terdata secara administrasi di PSSI Padang. Untuk itu, kami
ingin satukan dengan satu visi dan misi demi pembinaan Sepakbola di
Kota Padang,” ujar Yulius Dede usai rapat dengan pengurus 30 SSB se-Kota
Padang, di Sekretariat PSSI Padang Kompleks GOR H. Agus Salim.
Mantan Wasit FIFA itu menambahkan,
pertemuan tersebut dimaksud juga untuk membicarakan penanggulangan
pencurian umur yang sering terjadi pada saat diadakannya turnamen antar
SSB. “Hal ini sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi konspirasi
yang dapat menimbulkan perpecahan sesama SSB. Kedepannya, kami juga
berencana membuat data base SSB dan pemain,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Yulius
menyampaikan, Pengcab PSSI Padang akan menggelar kompetisi usia dini
KU-15 yang akan segera digelar dalam bulan ini. Selain itu akan diadakan
pula coacing clinik bagi pelatih SSB se-Kota Padang yang berada di
bawah naungan Pengcab. “Kami menargetkan semua pelatih SSB minimal harus
memiliki lisensi D. Tidak mungkin kalau pelatih tidak mempunyai
lisensi,” tukasnya.