Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Penulis Naskah Iklan>Efektivitas program layanan bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah

Efektivitas program layanan bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah

oleh: arsyak     Pengarang : Arsyak
ª
 

efektivitas program layanan bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Negeri Kota Tegal Tahun Pelajaran 2012-2013?

Keberadaan pelayanan bimbingan dan konseling yang lazim disingkat BK dalam konteks pendidikan nasional, telah memiliki legalitas yang kuat dan menjadi bagian yang terpadu. Eksistensi konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional secara eksplisit diakui di dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab 1 pasal 1 ayat 4 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga pendidik yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswasta, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan’.

Dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah seorang peserta didik merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh guru atas tingkah laku yang diperbuatnya. Selain itu juga, bimbingan dan konseling memberikan suatu motivasi kepada peserta didik, sehingga peserta didik yang mempunyai problem atau masalah, dapat langsung berkonsultasi kepada guru BK. Dengan demikian, peserta didik tersebut tidak berlarut-larut dalam masalah, karena hal tersebut dapat menyebabkan peserta didik stress (terganggu dalam belajar), karena memendam masalah.

Dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah maka akan terjalin suatu kedekatan, keterbukaan antara peserta didik dan guru yang bersangkutan. Seorang konselor adalah guru yang mempunyai keahlian khusus/metode khusus dalam menangani peserta didik yang bermasalah. Karena hal tersebut perlu, ketika melakukan tugas bimbingan dan konseling, karena akan dihadapkan dengan berbagai macam problematika peserta didik.

Di samping itu, guru BK harus mempunyai metode yang bervariasi, maka peserta didik tidak merasa jenuh ketika guru memberikan suatu informasi atau nasihat-nasihatnya. Hal tersebut, akan membuat peserta didik lebih memahami apa yang disampaikannya. Sehingga dia akan menemukan solusi dari suatu permasalahan yang dihadapinya.

Dalam melaksanakan tugas sebagai pembimbing, itu bukan hanya tugas dari seorang guru BK saja, melainkan perlu adanya kerja sama dengan staf-staf dan guru-guru yang ada di sekolah agar yang mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik bukan hanya guru BK saja tapi guru-guru beserta staf di sekolah. Dalam masalah kesehatan mental peserta didik, bimbingan konseling yang terdapat di sekolah bertujuan untuk .menghilangkan faktor-faktor yang menimbulkan gangguan jiwa konseli, sehingga dengan demikian ia akan memperoleh ketenangan hidup rohaniyah yang sewajarnya sebagai yang diharapkan.

Seorang konselor harus bisa menjadikan peserta didik lebih bersemangat dalam belajar dan memberikan motivasi atau spirit agar peserta didik tidak merasa jenuh dan stres dalam menghadapi mata pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Seorang konselor juga harus bisa memastikan peserta didik yang bermasalah, agar tidak memberikan dampak yang buruk kepada peserta didik yang lain, dan tidak mengganggu dalam proses belajar.


Diterbitkan di: 24 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.