Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Penulis Naskah Iklan>Perilaku Gaya Dasar Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

Perilaku Gaya Dasar Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

oleh: MithaRamadhani     Pengarang : anonymous
ª
 
Perilaku Gaya Dasar Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

4 Gaya Dasar Kepemimpinan dalam Proses Pembuatan keputusan :

PartisipasiG3 KonsultasiG2

DelegasiG4 InstruksiG1

G1. Instruksi, gaya ini dicirikan dengan komunikasi satu arah. Pemimpin memberikan batasanm peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana, bilamana dan dimana melaksanakan berbagai tugas. Pemecahan masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin, dan pelaksanannya diawasi secara ketat oleh pemimpin.
G2. Konsultasi, Pemimpin banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hamper sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatkan komunikasi dua arah. Dan perilaku mendukung. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian (control) atas pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
G3. partisipasi, Posisi control atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Komunikasi dua arah ditingkatkan, dan peranan pemimpin adalah secara aktif mendengar. Tanggung jawab pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagian besar berada pada pihak pengikut.
G4. Delegasi, Pemimpin mendistribusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian proses pembuatan keputusan didilegasikan secara keseluruhan kepada bawahan. Sekarang bawahanlah yang memiliki control untuk memutuskan tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas.
• Kematangan Para pengikut
Kematangan (maturity) dalam kepemimpinan situasional dapat dirumuskan sebagai suatu kemampuan dan kemauan orang-orang untuk bertanggungjawab dalam mengarahkan perilakunya sendiri.
Kemampuan merupakan salah satu unsure dalam kematangan, berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, latihan, dan atau pengalaman. Adapun kemauan merupakan unsure lain dari kematangan yang bertalian dengan keyakinan dan motivasi seseorang.
Dengan demikian, kepemimpinan situasional berfokus pada kesesuaian atau efektivitas gaya kepemimpinan sejalan dengan tingkat kematangan atau perkembangan yang relevan dari para pengikut.
Instruksi diberikan untuk pengikut yang rendah kematangannya. Orang yang tidakmampu dan mau (M1) memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan sesuatu adalah tidak kompeten atau tidak memiliki keyakinan.
Konsultasi adalah untuk tingkat kematangan rendah ke sedang. Orang yang tidak mampu tetapi berkeinginan (M2) untuk memikul tanggung jawab memiliki keyakinan tetapi kurang memiliki keterampilan.
Partisipasi adalah bagi tingkat kematangan dari sedang ke tinggi. Orang-orang pada tingkat perkembangan ini memiliki kemmapuan tetapi tidak berkeinginan (M3) untuk melakukan suatu tugas yang diberikan.. Ketidakkeinginan mereka itu seringkali disebabkan karena kurangnya keyakinan.
Delegasi adalah bagi tingkat kematangan yang tinggi. Orang-orang dengan kematangan seperti ini adalah mampu dan mau, atau mempunyai keyakinan untuk memikul tanggung jawab.

Diterbitkan di: 22 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian manajer membuat keputusan berdasarkan informasi bawahan atau orang lain Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    thanks ilmunya. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.