Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Taaruf=pacaran?

oleh: ahsan_bittaqwin    
ª
 

Ta’aruf = Pacaran ???

Ta’aruf sering dijadikan istilah oleh kita untuk mengenal seseorang, kita ingat satu istilah “tak kenal maka ta’aruf” itulah isilah yang sering kita gunakan jika kita bertemu dengan orang yang baru. Permasalah belum muncul saat orang yang baru kita termui tersebut satu jenis dengan kita (pria dengan pria atau wanita dengan wanita), namun saat kita bertemu dengan lawan jenis maka muncullah masalah diawali dengan munculnya satu istilah pengganti yang sebenarnya pengaburan dari makna yang sebenarnya.

Pacaran. Itulah istilah yang sering digunakan oleh muda mudi untuk saling mengenal lawan jenisnya lebih jauh, istilah pacaran sebenarnya sudah menjadi “candu” untuk anak muda pada masa ini terlepas apapun latar belakangnya, apakah dia muslim, non muslim, miskin, kaya semuanya telah menjadi andu istilah pacaran.

Yang menjadi pertanyaan apakah benar Ta’aruf itu memang Pacaran?

Ta’aruf sebenarnya merupakan perintah Alloh, mengapa? Kita tengok salah satu Ayat didalam Qur’an Al Hujuraat ayat 13

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Konsep ta’aruf yang dijelaskan diatas memiliki satu latar belakang jang tegas, yaitu dikarenakan semakin umut Bumi bertambah maka komunitas manusia pun akan semakin meningkat sehingga menimbulkan berbagai macam perbedaan. Sehingga Alloh memerintahkan agar manusia saling mengenal saling memahami dan saling mengerti antar sesama. Namun dalam ayat berikutnya Alloh berfirman öNä39s)ø?r& «!$# y‰YÏãö/ä3tBtò2r& ¨bÎ) (orang yang paling mulia diantara kamu ialah orang yang paling bertaqwa) sehingga dalam pelaksanaannya kita memiliki barometer, barometer yang digunakan Alloh adalah ketaqwaan, namun yang terjadi saat ini konsep ta’aruf diarahkan kepada sarana pemuasan hawa nafsu. Padahal maksud ta’aruf disini agar antara individu yang satu dengan yang lainnya dapat saling memahami haq dan kewajibannya, sehingga tidak ada haq terdzolimi dan tidak ada kewajiban yang terlantar oleh kita selaku makhluq sosial.

Maka dimana datangnya pacaran?

Sebenarnya pacaran tidak dilarang oleh islam, namun paracan pula tidak pernah diperintahkan oleh islam. Sehingga pacaran sering menjadi dilematis yang membingungkan dikalangan muslim sendiri.

Sebenarnya Yang perlu kita tinjau bukanlah istilah pacaran, namun aktifitas serta kegiatan apa saja yang dilakukan dalam pacaran.

Kita ingat satu istilah “ dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati ” dimulai dari aktifitas kecil yaitu memandang orang yang menjadi Ghoer Mukhrim kita maka akan menimbulkan hasrat untuk melakukan yang lebih jauh lagi, yaitu perbuatan zinah secara nyata.

Kita lihat Firman Alloh dalam Q.S Al Israa’ ayat 32

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Alloh telah memberikan rambu-rambu kepada orang yang beriman “janganlah kamu mendekati zina” yang hal tersebut menjadi setandar dalam aktifitas pergaulan antara seseorang dengan Ghoer Mukhrimnya.
Maka tegaslah bahwa istilah pacaran atau apaun namanya merupakan satu aktifitas yang sangat berbahaya dan merugikan bagi mukmin “sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Itulah kabar dari Alloh bahwa zina adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan.

Oleh karena yang dilarang oleh Alloh adalah mendekati zina, maka kita harus mempunyai stadar nilai mendekati zina.

Jika kita mengingat sabda Rosululloh SAW

Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR. Bukhari)

Maka disana kita dapat mengambil standar mendekati zina, setiap bagian tubuh kita memiliki potensi untuk melakukan zina,

Zina mata dengan melihat kitat tinjau Firman Alloh Dalam QS Annur ayat 30 dan 31

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…

Dalam kedua ayat tersebut menegaskan bahwasanya Alloh telah memberikan perintah untuk menundukan pandangan kepada orang-orang yang beriman hal tersebut merupakan aplikasi dari larangan mendekati zina. Maka bagaimana perwujudan dari menundukan pandangan tersebut?

Pandangan dapat kita bagi menjadi 3 bagian

Bersambung ke bagian ke 2

Diterbitkan di: 30 Mei, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.