Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Keburukan Memakan Harta Haram

Keburukan Memakan Harta Haram

oleh: akhinayasrin    
ª
 
Keburukan memakan harta Haram
Pertama, makan harta haram adalah perbuatan maksiat kepada Allah dan mengikuti langkah-langkah setan/iblis.

Kedua, ancaman azab neraka bagi orang yang makan harta haram. Mengikuti langkah-langkah setan adalah dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda, "Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) yang haram (dan) neraka lebih layak baginya."(HR. Ahmad)

Ketiga, makan harta haram termasuk sebab utama tidak dikabulkannya doa dan ini adalah sebesar-besar bencana bagi hamba. Dalam Hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan bahwa orang itu sebenarnya telah menghimpun banyak sebab yang seharusnya memudahkan terkabulnya permohonan dan doanya. Akan tetapi karena perbuatan maksiat yang dilakukannya, berupa mengkonsumsi harta yang haram, sehingga terkabulnya doa tersebut terhalangi (Simak kitab Jaami'ul uluumi wal hikam, 105-107)

Keempat, tidak diterimanya harta haram meskipun diinfakkan/dibelanjakan dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Kelima, makan harta yang haram merupakan sebab terhalangnya seseorang dari melakukan amal sholeh, sebagaimana mengkonsumsi harta yang halal merupakan motivasi manusia untuk beramal sholeh.

Keenam, makan harta haram termasuk sifat mayoritas orang-orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu Wata'ala (maksudnya orang Yahudi).

Ketujuh, tersebarnya harta haram merupakan sebab turunnya bencana dan azab dari Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Apabila perbuatan zina dan riba telah tampak (tersebar) di suatu desa, maka sungguh mereka telah mengundang azab (dari) Allah untuk menimpa mereka." (HR. al-Hakim, 2/43 dan ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul kabir, 1/178, dinyatakan sahih oleh imam al-hakim, Adz-Dzahabi dan Syaikh al-albani dalam Shahiihul jaami'ish shagiir No. 679).
Diterbitkan di: 16 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.