Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Paska YouTube, Paska Norman Bagian-1

Paska YouTube, Paska Norman Bagian-1

oleh: ArminUnaaha     Pengarang : Subronto Aji- Ahmad Syamsul Rizal
ª
 
Norman Kamaru. Bebrapa minggu terakhir ini, di Indonesia, tidak ada sosok yang se populer pemuda berpangkat Briptu, anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Gorontalo. Pemuda yang kini merambah semua stasiun televisi, muncul dalam sesi berita hingga sekedar tanyangan gosip. Berbicara dari ruang konferensi pers hingga 'numpang lewat' di salah satu cerita sinetron. Norman Kamaru benar-benar menghentak jagad publisitas, jagad tontotan Indonesia. Anak muda dari Gorontalo ini akan menjadi Duta Kepolisian untuk menguatkan citra diri sebagai pengayom masyarakat.

Seorang polisi muda yang piawai bernyanyi dan bermain alat musik (gitar) dipopulerkan oleh situs Youtube (yang memiliki slogan : broadcast yourself). Norman bukan yang pertama, apalagi seorang diri. Paling tidak di negeri ini, negeri yang jagad hiburannya terlalu monopolitistik, sudah lebih ada Shinta-Jojo (Keong Racun) dan Udin sedunia yang dijadikan artis oleh Youtube. Kabarnya, dengan slogan broadcast yoursel itu, situs web video sharing yang baru berdiri ditahun 2005 mampu menguasai 43% pasar. Sehingga, bulan juni 2008 majalah Forbes memberitakan bahwa pendapatan situs yang didirikan tiga orang ini, selama tahun 2008 diperkirakan mencapai 200 juta dolar Amerika.

Dalam 'kuasa Youtube', negeri ini 'geger' oleh kemunculan Norman Kamaru. Dengan pakaian seragam coklat berbaret biru yang 'kaku' itu, ia menyanyi dan menari sambil duduk dengan lenturnya, 'dengan khusyuknya'. Tubuh dan mimiknya meniru lagu India, yang arti lagu itu juga tak diketahui Norman sendiri. Persoalannya bukan tahu arti lagunya atau tidak, ia hanya berniat menghibur temannya dengan video rekaman. Video itu menjadi pusat perhatian ketika Youtube men-blow up-nya.

Di zaman Rhoma Irama, Koes Plus, Christin Panjaitan, atau Iwan Fals, menjadi penyanyi terkenal bukanlah perkara mudah dan tiba-tiba. Bukan saja dituntut memiliki kualitas suara yang top, karakter adalah syarat lain yang memungkinkan si pelantun lagu bisa terus bertahan. Tetapi, kini, melalui Youtube, orang muda seperti Sinta-Jojo, Udin, dan Norman, pindah kelas menjadi penyanyi terkenal tanpa 'harus berkeringat melewati prosedur' (tanpa ikut lomba nyanyi, rekaman, jadwal promosi, dan sebagainya) adalah keniscayaan. Sebelumnya, mereka mungkin hanya bernyayi di acara keluarga, disaat nongkrong dengan teman-teman, atau, hanya bernyanyi ketika sedang mandi saja.

Walau begitu, Norman memiliki sisi yang berbeda jika dibandingkan dengan dua orang pendahulunya yang diorbitkan oleh Youtube. Sisi yang berbeda itu adalah, pertama, atribut institusional yang melekat sekaligus mengikat Norman. Norman adalah seorang polisi, yang citra lembaganya sedang turun naik. 3 tahun terakhir, citra kepolisian melorot karena kasus-kasus yang ditenggarai melibatkan para petingginya sendiri. Kedua, melihat Norman berdendang, ia terlihat 'lebih bisa menyanyi' dibanding dua pendahulunya itu. Edo Kondologit, salah satu penyanyi terbaik Indonesia, memuji kualitas suaranya. Sedang, maaf saja, Sinta-Jojo dan Udin, lebih mewakili keanehan : lagu yang aneh atau cara membawakan yang aneh. Ketiga, Norman masih terlihat 'lugu' berhadapan dengan dunia selebritas yang selalu penuh dengan sorot kamera, tetapi tidak untuk Sinta-Jojo dan Udin. Ia masih mengeluh harus menanggung capek, sebab, konsekuensi dari ketenarannya memaksanya harus pindah-pindah kota.

Tetapi, Youtube bukan saja meng-up load 'video-video kreatif' seperti Norman, cs. Dengan membuka situs ini, Anda juga bisa memperoleh video-video yang lain, seperti misalnya video klip dari grup-grup musik pujaan yang sudah sulit ditemukan ditoko kaset. Termasuk juga video-video yang merekam aktifitas anggota kepolisian yang berani mendekonstruksi citra kaku-angker dari seragam mereka. Dengan kata lain, situs ini juga berfungsi positif : wahana untuk berbagi dengan sesama pengguna diseluruh dunia secara gratis.
Diterbitkan di: 01 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.