Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Pengertian Ghibah dan Kapan dibolehkannya Ghibah

Pengertian Ghibah dan Kapan dibolehkannya Ghibah

oleh: akhinayasrin    
ª
 
Ghiba adalah fakta mengenai aib seseorang yang jika diberikan akan menyebabkan orang yang bersangkutan merasa tersinggung dan jatuh martabatnya, seperti masalah perselingkuhan. Sedangkan fitnah adalah menceritakan aib seseorang namun tidak ada faktanya.

Kapan dibolehkannya Ghibah


Menurut Dr. Ahmad Zain an-Najah, ahli fiqih yang juga wakil Majelis Fatwa Dewna Fatwa, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, jika ghibah menyebar dan menjadi tren di masyarakat, kehidupan tidak akan tenang. Namun, masih ada pengecualian tentang haramnya ghibah.

Setidaknya ada tiga kondisi dibolehkannya ghibah.
Pertama, ketika dimintai pendapat untuk urusan penting dan besar seperti seorang wanita yang dilamar oleh laki-laki yang tidak dikenalnya. Bila dia meminta pertimbangan dari orang tuanya atau tokoh masyarakat, maka orang tuanya atau tokoh tersebut harus memberikan secara jujur tentang kelebihan dan kekurangan orang tersebut agar dia bias menolak atau menerima lamaran.

Ini berdasarkan Hadist Fatimah binti Qais yang dating kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi Wasallam dan mengatakan bahwa dirinya dilamar oleh dua orang yaitu Mua’awiyah dan Abu Jahm, kemudian Rasululloh Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjelaskan kekurangan dari kedua orang tersebut.

Kedua, untuk mengungkap sebuah kasus, seperti dugaan korupsi. Karena kejahatan dan kesalahan orang yang didakwa harus diselidiki maka keburukannya perlu diungkap. Hanya saja, keburukan yan diungkap tersebut harus berkaitan dengan kejahatan yang didakwakan kepada orang tersebut.

Ketiga, dalam periwayatan Hadist seseorang boleh menyebutkan kejelekan seseorang. Umpamanya dengan menyatakan kejelekan seseorang. Umpamanya dengan mengatakan bahwa si fulan adalah pembohong atau suka menipu. Tujuannya agar Hadist yang diriwayatkan oleh orang yang suka menipu ditolak. Karena secara logika, orang yang suka berbohong dan penipu, punya potensi besar untuk berbohong dengan membuat Hadist palsu.
“ghibah dalam hal seperti ini dibolehkan, bahkan harus dilakukan untuk menyelamatkan Hadist Rasululloh,” kata Zain.”

Diterbitkan di: 23 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dosanyaorang yg gibah sebesar apa ya??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa ghibah masih ada yang masih ditoleransi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.