Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Pandangan – pandangan Yang Mempengaruhi Teori – teori Keperawatan

Pandangan – pandangan Yang Mempengaruhi Teori – teori Keperawatan

oleh: akhyasrinuki    
ª
 
1. Filosifi Florence Nitingale
Florence Nitingale adalah perawat yang ditetapkan sebagai pendiri teori keperawatan yang dikembangkan menjadi filosofi keperawatan sehingga memberikan dasar yang kokoh untuk profesi keperawatan. Sumbangannya terhadap teori keperawatan adalah mengindentifikasi peran perawat dalam menentukan kebutuhan dasar manusia pada klien. Pentingnya pengaruh lingkungan didalam orang sakit, membuat standar – standar pada pendidikan keperawatan, pelaksanaan asuhan keperawatan yang efisien, membedakan praktek keperawatan dengan medis dan membedakan antara perawatan orang sakit dan orang sehat (Dolan, Fitzpatrick dan herrmann, 1982 )
2. Kebudayaan
Ada budaya – budaya tertentu yang mempengaruhi hal – hal yang berhubungan dengan keperawtan, meskipun secara rasional antara laki – laki dan wanita akan mampu dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada klien. Namun tetap banyak anggapan bahwa pekerjaan perawat merupakan pekerajaan wanita, karena dianggap peran wanita sebagai perawat akan lebih baik. Disamping itu pula ada budaya yang dianut bahwa pekerjaan para perawat di bawah pengawasan langsung oleh profesi medis ( Kalish, 1986 ), karena dasar konseptual dan teori untuk praktek keperawatan berasal dari teori medis. Pada saat ini para perawat terus berjuang untuk menetapkan identitas tersendiri, sehingga mendapatkan pengakuan bahwa praktek keperawatan berbeda dengan tim kesehatan yang lain dalam memberikan pelayanan kesehatan.
3. Kerangka Kerja Pendidikan
Pada tahun 1950-an masih banyak sekolah – sekolah keperawatan yang belum mempunyai kurikulum keperawatan, sehingga proses pembelajaran diberikan tim medis dan pengalaman praktek diperoleh melalui pengalaman merawat orang sakit di rumah sakit ( Dolan, Fitzpatrick and Herrmann, 1983 ). Pengembangan batang tubuh ilmu keperawatan dibawah pengontrolan rumah sakit, sehingga ilmu keperawatan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Asuhan keperawatan didasari oleh konsep – konsep tradisional dan dalam memberikan pelayanan kepada klien berdasarkan pada pekerjaan rutin / atau kebiasaan sehari – hari harus dirubah berdasarkan ilmu pengetahuan yang dapat diterima secara luas, meskipun hal ini membutuhkan beberapa waktu ( Chinn and Jacobs, 1991 )
4. Pengembangan Ilmu Keperawatan
Selama pertengahan abad ke – 20, terjadi perubahan dalam peran wanita. Para wanita banyak yang lebih mandiri dan melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Pada saat yang sama pendidikan keperawatan salah satu pendidikan yang dikembangkan, banyak dilakukan penelitian dan publikasi mengenai ilmu keperawatan. Ilmu keperawatan akan lebih banyak dikenal secara luas dan menjadi filosofi serta dasar - dasar rasional untuk praktek keperawatan harus dilakukan desimiinasi kepada masyarakat.

Diterbitkan di: 23 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.