Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Sejarah PEMANFAATAN RUMPUT LAUT

Sejarah PEMANFAATAN RUMPUT LAUT

oleh: bijikapas    
ª
 
SEJARAH PEMANFAATAN RUMPUT LAUT
Istilah ‘rumput laut’ sudah lazim dikenal dalam dunia perdagangan. Istilah ini merupakan terjemahan daro kata ‘seaweed’ (bahasa Inggris). Pemberian nama terhadap alga laut bentik ini sebenarnya kurang tepat, karena bila ditinjau secara botanis, tumbuhan ini tidak tergolong rumput (graminae), tetapi lebih tepat bila kita menggunakan istilah ‘alga laut benthik’ saja.
Kajian terhadap tanaman rumput laut ini dibahas dalam disiplin ilmu yang disebut algology (algor=dingin; logos=ilmu) atau Phycology, yaitu ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan alga.
Rumput laut sudah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia, yaitu sejak zaman kekaisaran Shen Nung sekitar tahun 2700 sebelum Masehi. Pada masa itu masyarakat di Timur telah memnfaatkannya sebagai bahan obat-obatan (medicement) dan sebagai bahan makanan (vicktuals). Pada masa kekaisaran Romawi tahun 65 sebelum Masehi, Fucus telah dikenal sebagai bahan untuk alat-alat kecantikan. Rumput laut digunakan sebagai pupuk sejak abad ke-4 kemudian digunakan secara besar-besaran setelah abad ke-12 oleh Perancis, Irlandia, dan Skotlandia. Secara ekonomis, rumput laut baru dimanfaatkan sekitar yahun 1670 di Cina dan di Jepang. Sejak memasuki abad ke-17 beberapa Negara seperti Perancis (era Raja Louis XIV), Normandia dan Inggris telah mulai memanfaatkan panenan rumput laut terutama untuk pembuatan gelas. Kegunaan rumput laut yang beraneka macam, pada masa-masa tersebut telah menarik para ahli untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya yang terus berkembang hingga sekarang.
Kini, apa yang terjadi di Negara kita, khususnya dalam kaitan dengan perkembangan pemanfaatannya? Pada tahun 1292, ketika orang-orang Eropa pertama kali melayari perairan Indonesia, mereka mencatat bahwa penduduk yang mendiami pulau-pulau di Nusantara telah mengumoulkan alga laut sejak berabad-abad lamanya untuk sayuran, namun penggunaanya masih sedikit dan biasanya hanya terbatas kepada keluarga nelayan saja. Ada sekitar 555 jenis rumput laut di Indonesia, lebih dari 21 jenis diantaranya berguna dan dimanfaatkan sebagai makanan serta memiliki nilai ekonomis sebagai komoditas perdagangan.
Rumput laut dari Indonesia telah diekspor ke Cina lebih dari satu abad yang, karena industry makanan, obat-obatan, dan kosmetika di dunia banyak silam. Sebelum perang dunia ke-2 rumput laut diekspor ke Cina dan Jepang rata-rata 1.000 ton/tahun. Apabila sebelum perang dunia ke-2 komoditas dari jenis Gracilaria merupakan jenis utama yang diekspor, maka akhir-akhir ini Eucheuma merupakan jenis yang paling banyak dicarimemerlukan zat carrageenan yang terdapat di dalam Eucheuma sebagai bahan campuran (additive).

Rumput laut potensial yang dimaksud disini adalah jenis-jenis rumput laut yang sudah diketahui dapat digunakan diberbagai industri sebagai sumber karagin, agar-agar dan alginat. Karaginofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida karagin, agarofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida agar-agar keduanya merupakan rumput laut merah (Rhodophyceae). Alginofit adalah rumput laut coklat (Phaeophyceae) yang mengandung bahan utama polisakarida alginat.
Rumput laut yang mengandung karaginan adalah dari marga Eucheuma. Karaginan ada tiga macam, yaitu iota karaginan dikenal dengan tipe spinosum, kappa karaginan dikenal dengan tipe cottonii dan lambda karaginan. Ketiga macam karaginan ini dibedakan karena sifat jeli yang terbentuk. Iota karaginan berupa jeli lembut dan fleksibel atau lunak. Kappa karaginan jeli bersifat kaku dan getas serta keras. Sedangkan lambda karaginan tidak dapat membentuk jeli, tetapi berbentuk cair yang viscous. Tabel 1. dibawah ini menunjukkan jenis rumput laut karaginofit dengan fraksi karaginannya.
Ecottonii dan E. spinosum merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri di dalam negeri maupun untuk ekspor. Sedangkan E. edule dan Hypnea sp hanya sedikit sekali diperdagangkan dan tidak dikembangkan dalam usaha budidaya. Hypnea biasanya dimanfaatkan oleh industri agar. Sebaliknya E. cottonii dan E. spinosum dibudidayakan oleh masyarakat pantai. Dari kedua jenis tersebut E. cottonii yang paling banyak dibudidayakan karena permintaan pasarnya sangat besar. Jenis
Diterbitkan di: 18 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis rumput laut apa saja yang bisa di jadikan makanan ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian asal asul rumput laut Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.