Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Kewajiban Menegakkan Islam Sebagai Pedoman Hidup

Kewajiban Menegakkan Islam Sebagai Pedoman Hidup

oleh: yasira    
ª
 
Umat Islam wajib melaksanakan Islam sebagai diin (agama)
yang sempurna secara kaffah. Mereka wajib melaksanakan
syariah (hukum Islam) seputar pernikahan, perceraian,
jual-beli, dan jihad defensif untuk membebaskan wilayah
yang dijajah, sebagaimana wajib melaksanakan syariah
seputar ibadah, seperti puasa, shalat, zakat, haji dan
sebagainya. Mereka akan diminta pertanggungjawaban
atas setiap kelalaian dalam pelaksanaan kewajiban ini.
Adapun hukum-hukum lain yang penerapannya
menjadi wewenang Khalifah atau kepala negara, seperti
hukum seputar sanksi (‘uqubat), jihad ofensif untuk
menyebarluaskan dakwah Islam, hukum kepemilikan
negara dan hukum tentang Khilafah itu sendiri, maka
seorang pun tidak berhak untuk melaksanakan hukum
tersebut kecuali Khalifah. Dalam perkara ini, umat Islam
dalam kondisi apapun wajib untuk menaatinya.
Hanya dengan melaksanakan sistem Islam secara
kaffah, umat Islam dan manusia secara keseluruhan akan
kembali dapat menikmati kehidupan yang adil, damai, dan
sejahtera dalam naungan ridha Allah SWT. Dalam
kehidupan seperti itulah, umat Islam dapat merealisasikan
ketundukan, ketaatan, dan kepasrahannya kepada Allah
SWT. Inilah realisasi dari misi hidup untuk beribadah
kepada Allah SWT secara nyata. Bersamaan dengan itu,
umat Islam terus berusaha menyiapkan kemampuan diri
untuk memimpin bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.
Satu-satunya institusi yang mampu melaksanakan
tugas tersebut adalah sebuah kekuasaan yang menerapkan
sistem Islam secara murni dan menyeluruh (kaffah). Institusi
yang dimaksud tidak lain adalah Daulah Khilafah. Dalam
al-Quran, Allah SWT dengan tegas memerintahkan kepada
setiap Muslim untuk bertahkim (memutuskan hukum)
hanya berdasarkan pada apa yang telah ditetapkan Allah
SWT:
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan
membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya,
yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu
ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah
perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.
Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan
dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya
kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah
kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”
(Qs. Al-Maaidah [5]: 48)

Begitulah, hidup di bawah naungan Daulah Khilafah
dipastikan akan sejalan dengan akidah umat dan sejalah
pula dengan kebutuhan riil masyarakat seperti tersedianya
fasilitas kesehatan (rumah sakit, rumah obat, dll), sarana
pendidikan (sekolah/kampus, perpustakaan, fasilitas
laboratorium, dll), serta berbagai infrastuktur untuk
melayani masyarakat; karena, setiap manusia tentu ingin
menjalani hidup di dunia ini dengan baik (hasanah). Karena
itu, merupakan kewajiban Daulah Khilafah untuk
menyediakan itu semua. Sebab, Daulah Khilafah adalah
Daulah Ri’ayah (negara yang mengurusi kehidupan rakyat).
Untuk tujuan itu, dalam sistem pemerintahan Islam,
negara ditopang oleh sejumlah struktur yang ditetapkan
oleh syariah, diantaranya Khalifah (kepala negara), para
Mu’awin (pembantu khalifah), para Wali (kepala daerah),
hingga para Qadhi (hakim), petugas administrasi, dan
Majelis Umat. Sedangkan dalam sistem ekonomi Islam,
terdapat berbagai ketentuan syariah yang berkaitan dengan
tanah, kepemilikan, industri, perdagangan dalam dan luar
negeri, dan sistem lainnya, yang semua itu akan menjamin
terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan di atas. Sementara
terkait dengan politik luar negeri, terdapat ketentuan
syariah tentang kewajiban membangun tentara yang kuat
dengan kemampuan dan perlengkapan yang memadai
guna mengemban tugas dakwah ke seluruh penjuru dunia.
Semua kewajiban syariah di atas dan yang sejenis wajib
dilaksanakan oleh Khalifah, bukan yang lain. Dan seluruh
umat Islam wajib melakukan pengawasan dan koreksi agar
pelaksanaan kewajiban itu berjalan dengan baik.

Diterbitkan di: 29 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa maksud islam sebagai pedoman hidup? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.