Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Menulis & Bicara>Sifat-Sifat Kepemimpinan

Sifat-Sifat Kepemimpinan

oleh: yasira    
ª
 
Menurut Taqiyyuddin an-Nabhani, di antara sifat-sifat kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah: (1) kuat (al-quwwah); (2) bertakwa (at-taqwa); (3) bersikap lemah lembut dengan rakyatnya (al-rifq bi al-ra’iyyah). (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, 2/02).
Seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang kuat. Wajar saja, Rasulullah saw. menolak permintaan Abu Dzarr agar dirinya diberi kekuasaan oleh Rasulullah saw. Penolakan beliau atas permintaan Abu Dzarr tidak berarti beliau meremehkan kemampuan Abu Dzar dalam masalah hukum dan pemerintahan, tetapi lebih karena kelemahan jiwanya dalam memimpin rakyat. (HR Muslim).
Yang dimaksud dengan kekuatan di sini adalah kekuatan pola pikir (‘aqliyyah) dan pola jiwa (nafsiyyah). Seorang pemimpin mesti memiliki kecerdasan dan kemampuan berpikir yang tinggi. Sebab, ia tidak akan mungkin bisa memutuskan perkara-perkara yang pelik, sedangkan ia tidak memiliki kemampuan akal yang cukup. Di samping harus memiliki kekuatan akal, seorang pemimpin juga harus memiliki kekuatan jiwa. Kekuatan jiwa ini akan membentengi dirinya dari kecenderungan-kecenderungan untuk membangkang aturan, bertindak menyeleweng, atau menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan dirinya sendiri.
Sifat yang kedua adalah ketakwaan. Ketakwaan merupakan unsur utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat inilah yang bisa membentengi dan menjaga seorang pemimpin dari tindakan yang diharamkan Allah Swt . Untuk itu, Rasulullah saw. senantiasa menekankan sifat ini kepada para wakilnya. Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa tatkala Rasulullah saw. melantik seorang amir pasukan atau ekspedisi perang, beliau berpesan kepada mereka, terutama pesan untuk selalu bertakwa kepada Allah dan bersikap baik kepada kaum muslim yang bersamanya. (HR Muslim dan Ahmad).
Sifat yang ketiga adalah lemah lembut tatkala bergaul dengan rakyatnya. Sifat ini juga sangat ditekankan oleh Rasulullah saw. Dengan sifat ini, pemimpin akan semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa Aisyah r.a. berkata (yang artinya), “Saya mendengar Rasulullah saw. pernah berdoa di rumah ini (yang artinya), ‘Ya Allah, siapa saja yang diserahi kekuasaan untuk mengurusi urusan umatku, kemudian ia memberatkannya, maka beratkanlah dirinya; siapa saja yang diserahi kekuasaan untuk mengurus urusan umatku, kemudian ia berlaku lemah lembut, maka bersikap lembutlah kepada dirinya.’” (HR Muslim).
Selain itu, seorang pemimpin mesti berlaku lemah-lembut dan memperhatikan dengan seksama kesedihan, kemiskinan, dan keluh-kesah masyarakat. Ia memerankan dirinya sebagai pelindung dan penjaga umat yang terpercaya. Ia tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk menghisap dan menzalimi rakyatnya. Ia tidak pernah memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri, atau menggelimangkan dirinya dalam lautan harta, wanita, dan ketamakan. Ia tidak pernah berpikir untuk menyerahkan umat dan harta kekayaan mereka ke tangan-tangan musuh. Ia juga selalu mencamkan sabda Rasulullah saw. (yang artinya), “Siapa saja yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk mengurusi urusan umat Islam, kemudian ia tidak memperhatikan kepentingan, kedukaan, dan kemiskinan mereka, maka Allah tidak akan memperhatikan kepentingan, kedukaan, dan kemiskinannya pada Hari Kiamat.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Untuk itu, seorang pemimpin mesti memperhatikan urusan umat dan bergaul bersama mereka dengan cara yang baik. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kecakapan dalam hal pemerintahan dan administasi, tetapi ia juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang menjadikan dirinya ditaati dan dicintai oleh rakyatnya.
Seorang pemimpin juga harus memiliki kesiapan fisik yang memadai. Seorang pemimpin tidak boleh sakit-sakitan yang menjadikan dirinya tidak mampu mengurusi urusan rakyat dengan maksimal. Untuk itu, ia harus selalu menjaga kondisi fisiknya sebaik mungkin.
Diterbitkan di: 16 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebenarnya apa sihh arti dari teori kepemimpinan klasik'' mungkin anda mengetahui karena sangat berkaitan denagan sifat2 kepemimpinan'' tolong jwb dng cepat y'' Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagai mana jika seorang pemimpin itu dibenci oleh mereka,padahal telah berusaha memberikan petunjuk dan nasehat yang bai bagi mereka,tapi malah di selewengkan, Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.