Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Definisi Peradaban

oleh: yasira     Pengarang : Hizbut Tahrir Indonesia
ª
 
Peradaban (hadharah) adalah sekumpulan konsep
(mafahim) tentang kehidupan. Peradaban bisa berupa
peradaban spiritual ilahiyah (diniyah ilahiyyah) atau
peradaban buatan manusia (wadl’iyyah basyariyyah).
Peradaban spiritual ilahiyah lahir dari sebuah aqidah
(dasar ideologi), seperti peradaban Islam yang lahir dari
Aqidah Islamiyah. Sedangkan peradaban buatan
manusia bisa lahir dari sebuah aqidah, seperti peradaban
kapitalisme Barat, yang merupakan sekumpulan konsep
tentang kehidupan yang muncul dari aqidah sekularisme
(pemisahan agama dari kehidupan). Peradaban buatan
manusia bisa pula tidak lahir dari sebuah aqidah, semisal
peradaban Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir Kuno.
Peradaban-peradaban tersebut sekedar merupakan
sekumpulan konsep yang disepakati oleh satu atau
beberapa bangsa. Jadi peradaban ini adalah sebuah
peradaban yang bersifat kebangsaan atau buatan manusia.
Selain itu, seseorang atau sekelompok manusia
bisa jadi memeluk suatu agama sekaligus mengikuti
aqidah tertentu, karena agama tersebut tidak memiliki
konsep yang menyeluruh tentang kehidupan, seperti
agama Nasrani atau Budha. Orang-orang tersebut
menganut konsep-konsep kehidupan yang membentuk
peradaban mereka, sekalipun konsep-konsep tersebut
tidak berhubungan dengan agama mereka karena tidak
lahir dari agama mereka. Dengan demikian, peradaban
mereka bukan merupakan peradaban ilahiyah,
sekalipun pada faktanya mereka memeluk suatu agama.
Karena itu, berbagai kelompok manusia dari berbagai
agama dan bangsa –seperti orang Jepang, Hindu, Sikh,
dan Prancis– bisa jadi mempunyai satu peradaban.
Bangsa dan agama mereka berbeda, tetapi peradaban
mereka hanya satu, yaitu kapitalisme.
Sedangkan benda-benda yang digunakan dalam
urusan kehidupan bukan merupakan peradaban,
sekalipun tak jarang benda-benda tersebut berasal dari
peradaban tertentu. Untuk membedakannya dengan
sekumpulan konsep kehidupan (hadharah atau
peradaban), benda-benda inderawi tersebut bisa disebut
dengan istilah madaniyah. Bila benda-benda tersebut
dihasilkan dari peradaban tertentu, patung misalnya,
maka mereka merupakan bagian dari madaniyah
khusus. Sementara benda-benda yang dihasilkan dari
ilmu pengetahuan dan industri merupakan bagian dari
madaniyah umum, seperti televisi, roket, pesawat
terbang, penisilin, dan sebagainya. Jadi, madaniyah bisa
bersifat khusus maupun umum. Berbeda dengan
peradaban yang –tidak bisa tidak– mesti bersifat khusus.
Makna pengkhususan (khususiyat) itu berkaitan dengan
boleh tidaknya kaum Muslim mengambil atau
mengadopsinya. Kaum Muslim tidak diperbolehkan
mengambil madaniyah yang bersifat khusus, sedangkan
yang bersifat umum boleh diambil.
Perbedaan antara peradaban dan madaniyah
harus senantiasa diperhatikan. Begitu pula, perbedaan
antara bentuk-bentuk madaniyah yang dipengaruhi oleh
suatu peradaban dengan bentuk-bentuk madaniyah
yang berasal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan
industri harus selalu diperhatikan. Hal ini dimaksudkan
agar pada saat akan mengambil suatu madaniyah, kita
dapat membedakan bentuk-bentuknya serta dapat

membedakannya dengan peradaban. Tidak ada
larangan bagi kaum Muslim untuk mengambil berbagai
bentuk madaniyah Barat yang dihasilkan dari ilmu
pengetahuan dan industri. Akan tetapi, madaniyah Barat
yang dipengaruhi oleh peradaban Barat bagaimanapun
juga tidak boleh diambil, karena tidakdibolehkan
mengambil peradaban Barat yang jelas-jelas
bertentangan dengan peradaban Islam yang
berlandaskan Aqidah Islamiyah. Aqidah Islamiyah sama
sekali berbeda dengan aqidah ideologi Barat yang
berlandaskan asas kompromi dan pemisahan agama
dari kehidupan (sekularisme). Peradaban Islam
menjadikan halal dan haram sebagai gambaran
kehidupan dan standar perbuatan, sedangkan
peradaban Barat menjadikan manfaat sebagai standar
setiap perbuatan. Demikian pula, makna kebahagiaan
dalam peradaban Islam adalah ketenteraman yang
permanen, yaitu mencari keridhaan Allah, sementara
kebahagiaan dalam perspektif Barat adalah kenikmatan
jasadiyah.
Agar kaum Muslim sadar sepenuhnya mengenai
hal-hal yang boleh diambil dan tidak boleh diambil,
maka perlu dilakukan pemisahan antara peradaban
dengan madaniyah, serta pembedaan antara

madaniyah yang dihasilkan konsep-konsep kehidupan
tertentu dengan madaniyah yang murni berasal dari ilmu
pengetahuan dan teknologi.Secara lughawi,hadharah adalah
tempat tinggal di suatu wilayah yang
beradab (seperti kota), sedangkan al-hadhir adalah
orang-orang yang tinggal di kota-kota dan desa-desa.
Sedangkan madana di suatu tempat berarti di
sanalah ia tinggal, dan madana berarti tiba di kota
(madinah). Kata hadharah seringkali digunakan untuk
menyebut hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran,
َsehingga lebih sesuai untuk memaknai sekumpulan
konsep tentang kehidupan.
Hadharah lebih tepat digunakan untuk
menyebut sekumpulan konsep kehidupan daripada kata
madaniyah, dan istilah madaniyah lebih tepat digunakan
untuk menyebut bentuk-bentuk fisik.
Telah dikatakan bahwa peradaban adalah
sekumpulan konsep tentang kehidupan. Peadaban ini
bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah (diniyah) dan
bisa pula berupa peradaban buatan manusia. Contoh
peradaban diniyah adalah peradaban Islam, sedangkan
contoh peradaban buatan manusia adalah peradaban
India atau peradaban Barat.

Baik peradaban Islam maupun peradaban
Barat membolehkan orang memakan ikan, mengenakan
pakaian dari bahan wol, memiliki harta pribadi,
menjadikan wanita sebagai wakil, mengoreksi penguasa,
dan meminum obat. Namun demikian, hal-hal
tersebut serta segala sesuatu yang mirip
dengannya tidak dianggap sebagai bagian dari
peradaban Islam, kecuali hal-hal tersebut berasal dari
wahyu Allah Swt. kepada Rasulullah Muhammad
saw., atau dengan kata lain berasal dari syariat.

Perbedaan antara berbagai peradaban merupakan
fakta yang tidak mungkin dibantah. Yang perlu kita bahas
adalah perbedaan antara peradaban Islam dengan
peradaban lainnya, khususnya peradaban Barat, serta
hal-hal yang muncul akibat perbedaan tersebut, seperti
masalah-masalah dialog antar peradaban (al-hiwar),
benturan/perang (ash-shira’), kemungkinan adanya satu
peradaban universal, Apa yang dimaksud
dengan dialog antar agama dalam pandangan orangorang
yang menyerukannya, dan bagaimana sikap yang
benar mengenai hal itu? Apa perbedaan yang ada di
antara berbagai agama dan peradaban? Dan
sebagainya.
Diterbitkan di: 06 September, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    HUBUNGAN PERADABAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa hubungan antara sejarah, peradaban dan agama? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pentingnya mempelajari Peradaban? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa asal mula timbulnya sejarah peradaban islam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan peradaban barat dan timur Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    definisi peradaban barat? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian sejarah peradaban islam ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa korelasi agama dengan peradaban ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ga tau 17 Februari 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan agama dengan peradaban? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah sama peradaban dengan budaya itu? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.