Sumber :Majalah liberty
Edisi : 2420 1 – 10 agustus 2010
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A,D,E, dan K). tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara laian vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin),asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin, dan B12 (sinokobalamin)
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk – produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran,buah – buahan, dan biji – bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu – satunya sumber vitamin yang potensial dan bahan pangan nabati. Kanaikkan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe, vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai,fiboflavin naik sekitar 8 – 47 kali,piridoksin 4 – 14 kali, niasin 2 – 5 kali,biotin 2 – 3 kali,asam folat 4 – 5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe,tetapi oleh bakteri kontaminan seperti klebsialla pneumonia dan citrobacter freundil.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B 12 seseorang perhari.Dengan adanya vitamin B12 pada tempe,para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.