Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Aliansi Demokrasi untuk Papua

oleh: MozardCool    
ª
 

Raja Ampat– ‘Proyek Wisata’ Raja Ampat di Papua Barat, dinilai tak berpihak pada masyarakat pemilik perairan. Perlindungan laut hanya alasan menarik untung lebih besar dari wisatawan yang berkunjung.

“Memang seperti itu, kita mau bilang apa, dari dulu Misool tidak pernah berkembang, kita begitu-begitu saja sementara hasil dari laut sangat besar,” kata Safee Al Hamid, Sekertaris Kampung Fafanlap dari Misool, pekan lalu.

Ia mengatakan, untuk memasukan aliran listrik ke Fafanlap misalnya, mereka harus bersusah payah beberapa tahun. “Tapi ini sudah mulai terjawab, pihak PLN sementara survey lokasi, tapi dari dulu, sejak zaman Adam, kita tinggal gelap gulita, kemana uang dari hasil wisata itu, kenapa tidak untuk membangun daerah terpencil,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Australian Institute of Marine Science pada tahun 2010 di Palau, pemerintah Raja Ampat memperoleh pendapatan daerah begitu besar dari sektor wisata. Potensi Ikan hiu contohnya, dapat menyumbangkan Rp2,5 miliar per tahun bagi daerah. Seekor hiu karang diperkirakan memiliki nilai ekonomis tahunan Rp1,6 miliar dan nilai seumur hidup Rp 17,5 miliar untuk industri wisata.

Kawasan Raja Ampat sendiri memiliki potensi pariwisata hiu sebesar Rp165 miliar per tahun. “Tapi kita tidak pernah tahu uang itu kemana, jadi kalau dibilang tidak berpihak pada masyarakat, bisa saja benar,” kata Safee.

Raja Ampat kini dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia. Itu dibuktikan dengan dibukanya KPDT Expo 2012 bertajuk ‘’Jelajah Raja Ampat’’ di Pantai Waisai Tercinta (WTC), Raja Ampat, Jumat 1 Juni 2012 kemarin.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini saat itu mengatakan, pihaknya memproyeksikan Raja Ampat sebagai tujuan wisata kelas dunia, sejajar dengan Bali dan Senggigi di Lombok. Mewujudkan itu, pemerintah akan menyiapkan infrastruktur bagi percepatan pembangunan pariwisata. Salah satunya dengan membangun jalan lingkar di Waisai serta bandara perintis sepanjang 1.200 meter yang telah diresmikan oleh Menteri Perhubungan 9 Mei lalu, bertepatan dengan HUT Raja Ampat ke-9.

Pembukaan KPDT Expo di Raja Ampat baru-baru ini dihadiri rombongan menteri, anggota komisi V DPR-RI, ketua Komisi V DPR-RI, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri, serta Bupati Raja Ampat Marcus Wanma. Usai membuka Expo, rombongan menteri melakukan penanaman bibit pohon kelapa di pantai WTC. “Kita berharap dari semua ini, masyarakat juga mendapat keuntungan, paling tidak ada hasil yang bisa kita dapat walaupun sedikit,” kata Abu Al Hamid, warga Raja Ampat. (02/ALDP)

Diterbitkan di: 26 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.