Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Outdoor>Monumen Mandala, Apa Kabarmu

Monumen Mandala, Apa Kabarmu

oleh: KhairilAnas     Pengarang : Khairil Anas
ª
 

Menjulang tinggi persis di tengah kota Makassar, sekitar setengah kilometer sebelah timurLapangan Karebosi. Monumen yang didirikan di atas lahan seluas satu hektare ini dibangun pada Pada Tanggal 11 Januari 1994, Peletakan Batu Pertama Dilaksanakan Oleh Menko Polkam.' Soesilo Sudarman, Dan Diresmikan Oleh Bapak Presiders RI H. M. Soeharto Pada Tanggal 19 Desember 1995. Letak persisnya bersebelahan dengan Gedung Balai Prajurit Jen.M.Yusuf, di Jalan Jenderal Sudirman No.2, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang.

Tujuan utama dari pembangunan monumen Mandala atau lebih lengkapnya sering disebut Monumen Pembebasan Irian Barat adalah untuk mengenang sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat -sekarang Papua- yang bergolak pada 1962. Ketika itu Indonesia masih dipimpin presiden pertama RI, Soekarno. Meskipun Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan hampir 20 tahun, namun Belanda masih menguasai wilayah Irian Barat. Dengan kekuatan militer, pemerintah Indonesia pada tahun itu juga berhasil merebut kembali Irian Barat dan mengembalikan ke pangkuan NKRI. Tinggi Menara Monumen yang mencapai ketinggian 62 meter merupakan symbol tahun 1962, tahun terjadinya perjuangan pembebasan Irian Barat.

Banyak orang bertanya "Mengapa monumen ini dibangun di Makassar?

Karena perjuangan dimulai dari kota ini. Di sinilah awal mula sejarah berproses sampai adanya monumen Mandala sebagai penanda bahwa dulu di tempat ini pernah bermarkas pasukan pembebasan Irian Barat.

Sejarah mencatat bahwa perundingan yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan pihak Belanda untuk membebaskan Irian Barat ketika itu semuanya kandas dan berakhir sia-sia tanpa hasil. Akhirnya, jalan yang ditempuh pemerintah saat itu adalah menggunakan kekuatan militer. Perundingan tidak lagi dilakukan, Maka Presiden Soekarno pada Desember 1961, mencetuskan Tiga Komando Rakyat yang selanjutnya disebut Trikora.

Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta , dan mengangkat Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima serta Komando Mandala . Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Guna melancarkan operasi militer ini Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer dari Uni Soviet, antara lain:

· 41 Helikopter MI-4 (angkutan ringan),

· 9 Helikopter MI-6 (angkutan berat),

· 30 pesawat jet MiG-15 ,

· 49 pesawat buru sergap MiG-17 ,

· 10 pesawat buru sergap MiG-19 ,

· 20 pesawat pemburu supersonik MiG-21 ,

· 12 kapal selam kelas Whiskey ,

· puluhan korvet, dan

· 1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov (yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi, yaitu KRI Irian ).


Dari jenis pesawat pengebom, terdapat 22 unit pesawat pembom ringan Ilyushin Il-28 , 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16 , dan 12 pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel .

Sementara dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14 dan AQvia-14, 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12 B buatan Uni Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika Serikat.


Semua potensi nasional kala itu dimobilisasi. Mulai pusat hingga daerah, bersiap-siap melakukan langkah militer untuk merebut Irian Barat. Soekarno membentuk Komando Mandala yang besifat gabungan. Setelah itu melantik Brigjen Soeharto menjadi Deputi Wilayah Indonesia Timur dan Panglima Komando Mandala setelah pangkatnya dinaikkan menjadi Mayjen

Desain monumen yang dibuat dengan bentuk segi tiga sama sisimenyimbolkan Tiga Komando Rakyat atau Trikora.


Pada bagian bawah bangunan monumen, terdapat relief lidah api yang menjadi simbol semangat dari Trikora sementara relief sama di bagian atas melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Lalu ada juga relief 27 batang bambu runcing sebagai simbol instrumen perjuangan fisik rakyat saat itu.


Monumen juga dikelilingi oleh kolam yang berarti kejernihan berpikir yang mutlak dimiliki dalam setiap perjuangan. Di bagian atas terdapat harde yang befungsi sebagai penangkal petir yang juga bermakna cita-cita tinggi yang hendak diraih. Sejarah mencatat, Pada tanggal 4 Januari 1962, Presiden Soekarno hadir di Lapangan Karebosi untuk mengikuti rapat raksasa untuk membebaskan Irian Barat. Saat itu, Soekarno mengeluarkan pernyataan: "Rebut Irian Barat sebelum ayam berkokok." Menyusul kemudian pada tanggal 15 Januari 1962 KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau mulai menyisir Kepulauan Aru untuk melakukan gerakan infiltrasi di malam hari.


Diterbitkan di: 07 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Trima kasih akhirnya bisa kerja PR seni SMPN 12 Makassar :) Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.