Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Daerah Tujuan>Ekowisata Pulau Pahawang

Ekowisata Pulau Pahawang

oleh: pelover    
ª
 

Kalau liburan di Lampung, pilihan wisatanya pasti pantai. Ya! Bener banget! Pantai di Lampung banyak banget. Tapi kebanyakan hanya untuk melihat keindahan alam dan sekedar berenang kan?? Mau lebih dari itu??? Mau wisata exclusive sambil ber-snorkling atau menanam bakau?? Ayo ke ekowisata Pulau Pahawang.

Pulau Pahawang berada di Desa Punduh Pidada, Pesawaran. Walaupun berada di kabupaten Pesawaran, akses menuju lokasi bisa ditempuh melalui jalur wisata Lempasing kok. Untuk menuju Pulau Pahawang, kita harus menyeberang dengan perahu dari dermaga kecil di Pantai Kelapa Rapat, atau yang terkenal dengan singkatan Klara. Kurang lebih 30 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai di lokasi tersebut. Tidak terasa kok, sambil bercanda tawa dengan teman-teman, serta memandangi ikan-ikan kecil yang melompat =).

Untuk berwisata ditempat ini, sebaiknya kita menggunakan jasa seorang guide. Hal ini akan mempermudah dalam segala hal. Misalnya saja sewa perahu, pemandu saat snorkling, ataupun makan siang. Hanya 175rb perorang, dan minimal 6 orang di setiap rombongan wisata. Pasti deh puas wisata seharian sesuka kita.

Saat naik perahu, saya sangat menyarankan seluruh peserta wisata sebaiknya sudah menggunakan pakaian yang akan digunakan untuk snorkling, maksudnya biar hemat waktu dan tenaga. Jadi begitu sampai di pulau tersebut sudah bisa langsung memulai aktivitasnya. Tapi kalau emang belum siap, jangan khawatir ada tempat peristirahatannya kok. Tempat kita untuk menyimpan barang, berganti pakaian, mandi, serta makan. Sangat sederhana, luas, nyaman, dan lumayan bersih kok.

Aktivitas pertama yang biasa dilakukan adalah snorkling . Semua peralatan sudah mereka siapkan kok. Jadi kita tinggal membawa diri. Gak bisa berenang?? Tenang, saya juga kok,hehehehe. Ada pelampung dan pemandunya kok. Mungkin kita tidak akan menjumpai pemandangan indah seperti Raja Ampat, namun sangat lumayan kok untung pemula seperti saya dan teman-teman. Kita juga bisa foto-foto di bawah air. Kita hanya tinggal membawa camera digital biasa. Nanti si pemandu akan memasangkan casing anti air ke camera tersebut. Tetap bisa eksis kan di dalam air, hohoho. Takjub lho bisa menemukan ikan Nemo. Yes, finally we found Nemo there.hehehehe

Setelah berenang cukup lama, pasti perut terasa lapar. Kita kembali menuju tempat istirahat yang ternyata sudah tersaji. Menu ikan sederhana, namun sanggup memaksa salah seorang teman saya untuk menambah porsi makannya,hihihi

Usai makan, kita duduk santai sambil disuguhi cerita tentang pelestarian tanaman bakau di daerah tersebut oleh salah satu tokoh di desa tersebut. Sejak saat itu, kami sangat mengerti lho betapa penting bakau bagi masyarakat di daerah pantai. Hal ini terbukti saat peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004 lalu. Setelah peristiwa tsunami terjadi, bisa diamati bahwa daerah-daerah yang memiliki habitat bakau yang baik tidak mengalami kerusakan yng terlalu parah dibandingkan daerah lain yang tidak memiliki bakau. Maka dari itu, kawasan wisata ini mengajak wisatawannya untuk menanam bakau di akhir hari. Ngobrol santai pun terasa nikmat ketika kami disuguhkan dugan yang baru dipetik dari pohon yang ada di depan tempat peristirahatan. Rasanya,, mmm... benar-benar enyyyaakk.

Ketika hari sudah beranjak sore, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum kembali menaiki perahu, kami berhenti sejenak dipinggir pantai untuk menanam bakau yang telah mereka siapkan. Kita juga bisa menempelkan lempengan aluminium pada bakau tersebut, untuk menandakan bahwa pohon bakau ini adalah pohon yang kita tanam. Jadi, jika kelak kembali ke Pahawang, kita harus memastikan apakah pohon tersebut telah tumbuh dengan baik.

Okay, wisata sudah berakhir. Ayooo pulaaang. But, weeiitt,, ternyata ada satu lagi tempat yang akan kita kunjungi, yaitu keramba ikan kerapu. Ikan in mahal lho, dan di ekspor ke luar negeri. Ikan ini sangat sensitif, jadi jangan membuat guncangan di area keramba. Pengalaman unik tersendiri lho mampir ke tempat membudidayakan ikan ini.

Hampir saja lupa. Kami juga membawa oleh-oleh yang sengaja dibuat untuk kami. Yaitu dodol bakau dan keripik salah satu tanaman bakau. Rasanya enak dan bikin kangen ingin mencoba makanan tersebut lagi =(.

Gimana? Semoga tertarik ya wisata di tempat ini bersama teman-teman maupun keluarga. Kunjungi facebook ekowisata pulau pahawang ya.

Diterbitkan di: 30 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.