Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Daerah Tujuan>SOEKARNO, Bapakku, Temanku,Guruku

SOEKARNO, Bapakku, Temanku,Guruku

oleh: cepot     Pengarang : Guntur Soekarno Putra
ª
 
Buku ini berkisah mengenai perjalanan hidup dan kehidupan sehari-hari yang direkam melalui daya ingat dan dituangkan ke dalam buku kecil yang dialami oleh sang anak yaitu mas tok ( Guntur Soekarno Putra ) dengan sang ayah ( Soekarno ) yang notabene adalah Presiden RI yang pertama kala itu. Perjalanan yang mereka lalui cukup unik apalagi disuguhkan dalam bentuk rekaman tertulis antara si anak dengan bapaknya saat itu.Banyak kejadian-kejadian yang sebenarnya sangat fundamental akan tetapi yang menjadi latar belakang hal itu terjadi tidak semua orang mengetahuinya, hal itu si suguhkan secara menarik dan terkadang bisa membuat kita merenung, tersenyum bahkan tertawa membacanya.Salah satu contoh adalah pada saat konferensi KTT Non Blok yang membahas mengenai kemana kira-kira arah politik negara-negara yang tergabung saat itu. Yang mencengangkan sekaligus menggelikan adalah misteri kenapa pemikiran- pemikiran Indonesia begitu mendominan dan menjadi acuan dalam kebijakan-kebijakan yang di hasilkan oleh KTT Non Blok tersebut. Ada "Jurus" unik yang dilakukan presiden kita kala itu, yaitu disaat para pemimpin-pemimpin bangsa saat itu secara bergantian memaparkan ide-idenya untuk dapat diterima sebagai rumusan dasar Non Blok, maka Bung Karno mendatangi para pemimpin bangsa itu secara bergiliran ke tempat duduk mereka, Bung Karno membisikan sesuatu kepada mereka dengan wajah serius dan hampir semua pemimpin bangsa menganggukan kepala.Secara tidak langsung para pendukung masing-masing pemimpin bangsa itu secara psikologis menganggap pemimpinnya telah sepaham dengan pemikiran Bung karno dari Indonesia sehingga pada saat Bung Karno naik mimbar dan berpidato secara berapi-api beliau mendapatkan aplaus yang cukup besar dari audien yang hadir saat itu dan di akhir acara dapat ditebak bahwa pemikiran-pemikiran dari Indonesialah yang paling banyak mendominasi rumusan yang di sepakati sebagai dasar negara-negara Non Blok di dalam menerapkan kebijakan politik luar negerinya yaitu politik bebas aktif. Ternyata selidik punya selidik apa yang dibisikan bung Karno sehingga para pemimpin bangsa itu sampai menganggukan kepalanya, ternyata bukanlah masalah kebijakan politik yang akan diutarakan di mimbar akan tetapi cuma sebuah "ajakan Makan". Bung Karno hanya membisikan begini kurang lebihnya, "Saudaraku..apa kamu tidak lelah seharian duduk dan berdebat masalah ini? perutku keroncongan,ingin makan..bagaimana setelah acara ini berakhir aku undang engkau ke hotelku kita makan bersama?..." Itulah ternyata yang dibisikan bung Karno kepada mereka. Cukup Unik bukan? akan tetapi hasil yang di dapat adalah kebijakan kita yang dipakai oleh mereka untuk sebagai kebijakan bersama yang tergabung dalam Non Blok. Ini merupakan contoh kecil bagaimana kepiawaian bapak bangsa kita yang direkam oleh Mas Tok. Masih banyak lagi cerita di dalam buku tersebut yang cukup dapat membuat kita geleng-geleng kepala.
Diterbitkan di: 28 September, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 4. rizkianto

    pengen beli tapi ga ada :(

    saya coba cari buku ini kok susah ya? seingat saya dulu tahun awal 2000an pernah terbit, tapi sekarang susah carinya, ada yang bisa membantu?

    0 Nilai 23 Juni 2011
  2. 3. Kardjo

    Pengen baca lagi.

    Bagus banget buku ini. Saya banyak terkesan ketika pertama membacanya. Apalagi soal ketika mas Tok dapat ilmu membuang makanan di tisu (karena tidak suka rasany). Benar-benar presiden sekaligus bapak yang penuh akal. ck..ck..ck.. Kapan ya diterbitkan ulang???

    0 Nilai 29 Maret 2008
  3. 2. wawan kurniawan

    salam buat semuanya

    buku bapakku,temanku, guruku ini memang sudah tidak diterbitkan lagi.saya mendapatkan dari kawan yang sehaluan dengan saya.buku tersebut terbitan kira2 tahun 1979.

    0 Nilai 26 Maret 2008
  4. 1. yeni arisnawati

    buku BK

    saya adalah salah satu orang yang ,mengidolakan BK.membaca ringkasan ini membuat saya ingin membaca keseluruhan buku.cuma masalahnya dimana saya bisa mendapatkan buku ini??? sudah lama saya memburu buku ini.tapi belum mendapat hasil secara buku ini adalah buku lama. ada yang bisa membantu saya?

    0 Nilai 25 Maret 2008
X

5 Teratas

.