Kawasan
pantai yang membujur dari utara,
ke selatan Samudra Hindia anda akan menemukan panorama gelombang laut yang
cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung
Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional di
sepanjang pantai Teluk Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau
Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai di Kota Cilacap yang tidak akan anda temukan di pantai lain di Indonesia.Berbagai
makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di
sepanjang pantai dan dengan mudah dapat dijumpai dan selalu dekat
dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari
hingga tengah malam.
Terletetak di dekat patai teluk penyu terdapat juga tempat wisata yang lain yaitu Benteng Pendem, benteng peninggalan jaman penjajahan Belanda. Benteng
Pendem terletak di bagian tenggara kota Cilacap, ujung Timur
Pantai Teluk Penyu. Di sekitar Benteng Pendem bagian
Selatan adalah Samudra Indonesia, Selatan Selat Nusakambangan ( pintu
masuknya kapal ke / dari Pelabuhan Alam Tanjung Intan ), Berdasarkan
dokumen Peta yang ada dari Negeri Belanda pada tahun 1988
secara keseluruhan luas area Benteng Pendem ± 10,5 ha , dipergunkan untuk
pembangunan tangki Pertamina seluas 4 ha.
Bangunan
Benteng yang ada dan telah ditemukan :
ISI DARI BENTENG PENDEM SENDIRI :
- Barak 14 kamar , yang di bangun pada tahun 1877 , panjang 103 m, yang
terdiri dari 14 kamar masing
–masing kamar dengan ukuran 9,04 x 5,02 m, bentuk bangunan sama.
- Ruang Kesehatan / klinik yang dibangun pada tahun 1879 yang
terdiri dari 2 ruangan dengan ukuran 8,74 x 3,75 m dan 5,24 x 3,77 m.
- Benteng Pertahanan jarak dekat ada 4 benteng yang terletak di 4 lokasi, 2 benteng
berada dibagian Barat dan 2 benteng di bagian Timur
jumlah keseluruhan panjangnya 329,92 m, terdapat 112 ruang – ruang tembak,
49 ruang perlindungan dan tempat penyimpanan senjata / musiu.
- Terowongan sepanjang 113,94 m lebar 3,10 m tinggi antara 2,45 – 4,88 m yang dibangun
pada tahun 1868 , didalam terowongan terdapat Ruang
Perwira ukuran 20 x 8 m, ruang pengintai dengan bentuk setengah
lingkaran ukuran 4,5 x 4,5 m tinggi 2,45 m.
- Ruang Amunisi / mesiu
terdapat 2 lokasi yang terpisah masing – masing lokasi terdapat 3
ruangan berukuran 2,30 x 2,55 m tinggi 2,45 m.
- Ruang Penjara yang dibangun pada tahun 1861 sebanyak 3 bangunan yang terpisah masing –
masing bangun penjara terdapat 3 ruangan berukuran 4,05 x 3,45 m tinggi
2,25 m, tebal tembok bagian depan setebal 2,50 m dan dua buah jendela
ukuran 1 x 1 m.
- Ruang Senjata ada 3 ruangan berukuran 2,54 x 2,45 m, didalam ruang tengah
bagian atas terdapat lubang yang digunakan untuk mengirim Amunisasi keatas
ukuran 1 x 1 m.
- Ruang Akomodasi , panjang 25,45 m tinggi 5,10 m, di dalam ruang
akomodasi terdapat 6 ruangan berukuran 2,54 x 2,45 m tinggi 2,45 m.
- Ruang Dapur , panjang 12,30 m tinggi 5,10 m terdapat 3 ruangan ukuran 2,54 x
2,45 m tinggi 2,45 m.
- Landasan Meriam , ada11 landasan dengan ukuran diameter 6,10 m,
berada diatas bangunan Benteng, 6 landasan berada disebelah Timur dan 5
landasan berada disebelah Selatan.
- Benteng Pendem sebanarnya dikelilingi oleh parit , namun pada saat ini baru tergali sepanjang
518,75 m, lebar 10 m dibagian Barat, 20 m di bagian Timur.
- Bangunan / Benteng yang belum tergali
diperkirakan 3 Benteng Jepang,
12 terowongan kecil dan sebagian parit.
PEMBANGUNAN BENTENG PENDEM :
Angka – angka dimaksud antara lain :
1. 1861 terdapat di Ruang Penjara.
2. 1868 terdapat di Pintu Terowongan bagian Selatan.
3. 1869 terdapat di Ruang Akomodasi.
4. 1873 terdapat di Ruang Pengintai pada terowongan.
5. 1877 terdapat di Barak 14
6. 1879 terdapat di Ruang Kesehatan / Klinik.