Goa Gajah adalah satu
diantara sekian banyak tempat wisata di Bali yang mempesona para wisatawan.
Berkunjung ke Goa Gajah serasa menelusuri masa lalu kebudayaan Bali sejak jaman purba. Pemandu wisata
(tour guide) yang membimbing liburan kami di Bali banyak bercerita tentang obyek wisata di Bali yang satu ini. Goa Gajah terletak di Kecamatan Tampaksiring,
Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Obyek wisata ini berada tak jauh dari Ubud, Bali. Gua kuno ini termasuk dalam salah satu situs
bersejarah yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia.
Begitu
datang di lokasi gua, para wisatawan memandang sekeliling Goa Gajah. Amazing!
Panorama di depan mata menampakkan sebuah gua dengan pahatan indah. Goa Gajah
dibangun dengan tujuan dijadikan sebagai pusat peribadatan masyarakat Bali kuno. Pada bagian luar pura kuno ini terdapat kolam
pancuran yang berukuran cukup besar. Wisatawan bisa melihat ke dalam bilik
kolam. Disana terlihat dengan jelas pancuran air yang mengalir dari badan
beberapa arca yang berdiri berjajar seolah menyambut kunjungan wisawatan.
Arca di halaman depan Goa Gajah terdiri dari
dewa dewi dalam mitologi Hindu. Bentuk pahatan arca tersebut khas Bali. Klasik, anggun, dan sempurna. Sungguh Pulau Bali
memang Pulau Dewata yang sebenarnya. Arca tersebut asli dibuat pada jaman kuno,
bukan dibuat oleh seniman Bali masa kini.
Masyarakat Bali yang religius sangat menjaga keaslian dan kelestarian tempat wisata Goa Gajah sehingga sebagian besar area
tersebut dibiarkan alami.
Jalan-jalan
ke Goa Gajah Bali tidak akan lengkap kalau tidak masuk ke dalam pura kuno
tersebut. Terdorong oleh rasa penasaran ada apa di dalam pura gua batu itu,
wisatawan pun bertanya kepada pemandu wisata yang asli Bali
itu. Apakah turis yang berkunjung boleh masuk ke dalam pura? Tour guide itu
menjelaskan tidak ada larangan bagi wisatawan untuk masuk ke dalam pura batu
Goa Gajah. Meski demikian, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh
pengujung. Apa saja aturan masuk pura Goa Gajah?
Masyarakat Hindu yang melestarikan pura
bersejarah Goa Gajah memiliki falsafah Tri Kaya Parisudha. Arti falsafah
tersebut adalah menjaga pikiran, ucapan dan tindakan agar tetap bersih. Itulah
aturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh setiap wisatawan yang akan masuk
ke Goa Gajah. Goa Gajah diperkirakan dibangun pada abad ke-10 Masehi. Fungsi
Goa Gajah pada awalnya untuk tempat bertapa. Maka tidak mengherankan bila tempat
wisata di Bali ini
memiliki koleksi ratusan arca bersejarah.
Fakta
unik dan menarik dari Goa Gajah adalah arca yang berada di dalam gua bukan
hanya berupa dewa-dewi agama Hindu, tetapi juga terdapat arca Buddha. Dari sini
timbul dugaan bahwa pada masa itu telah tumbuh toleransi beragama yang kuat
antara pemeluk agama Hindu dan Buddha di Bali. Kedua agama tersebut bisa hidup
berdampingan secara rukun dan berbagi tempat ibadah. Kerukunan antar umat
beragama tersebut bukan hanya terjadi pada masa lalu, tetapi juga terjalin
sampai sekarang. Hal ini terbuksi dengan dibiarkannya arca Buddha bersanding
dengan arca agama Hindu di Goa Gajah.
Semakin
masuk ke dalam area Goa Gajah, suasana yang bisa kita rasakan semakin sepi.
Entah karena waktu itu banyak wisatawan yang memutuskan hanya melihat-lihat
bagian luar, atau memang aura mistis pura selalu demikian. Yang jelas, kesan
sunyi, teduh, tenang, dan angker akan terasa begitu kita memasuki lorong yang
berceruk-ceruk pada bagian dalam. Buat wisatawan yang takut kegelapan,
disarankan membawa penerangan (misalnya lampu senter) sejak berangkat. Turis
yang ingin mengenal lebih jauh makna dibalik posisi arca bisa bertanya kepada
pemandu wisata.
Cara
meletakkan arca pada bagian gua adalah dengan membuat ceruk-ceruk batu.
Tampilannya mirip dengan cara kita menyimpan koleksi buku pada lemari pajangan.
Hanya saja kali ini kondisi dan bahan yang dipakai adalah bebatuan pegunungan
cadas. Salah satu arca yang menarik perhatian wisatawan adalah arca Ganesha.
Ganesha adalah lambang Dewa Kebijaksanaan dalam mitologi Hindu. Seperti yang
kita ketahui, Ganesha adalah manusia yang berkepala gajah. Ia merupakan putra
Dewa Syiwa yang memiliki kesaktian, keluhuran budi, sekaligus kepandaian. Arca
Ganesha ini berusia ribuan tahun dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Kakayaan seni dan budaya Bali
sudah terkenal sampai ke mancanegara. Alam yang indah juga menjadi daya tarik
tersendiri bagi iklim wisata di Bali. Jutaan
turis domestik dan asing setiap tahun berbondong-bondong liburan ke Bali. Goa Gajah menjadi satu
diantara sekian banyak keindahan Pulau Bali yang wajib kita nikmati dan kita
lestarikan.