Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Wisata Hemat>Daya Tarik Puspo Budoyo Hingga ke Eropa

Daya Tarik Puspo Budoyo Hingga ke Eropa

oleh: tasurun    
ª
 
Daya Tarik Puspo Budoyo Hingga ke Eropa

Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo kerap mementaskan pagelaran ketoprak, wayang orang, ludruk, lenong dan seni Indonesia lainnya. Daya tariknya, hingga ke Eropa.

"Tahun ini dan tahun 2012 kita merencanakan ada pagelaran di empat negara. Yakni di Spanyol, Maroko, Portugal dan Perancis. Semua segala perlengkapan sudah disiapkan. Mudah-mudahan pagelaran kami bisa menjadi daya tarik warga negara sana untuk datang ke Indonesia," ujar Lis Luluk Sumiarso, di Senayan City, Senayan, Jakarta Selatan belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo yang berdiri pada 6 Agustus 2003 ini sukses mengikuti festival-festival di luar negeri. Seperti Festival Folklore di Schagen, Belanda (2007), Festival Folklore di Valencia (2008), Festival Folklore di Lefkada, Yunani (2009), Festival Folklore di Agrinio, Yunani (2009), Pagelaran Indonesian Night yang diadakan KBRI di Yunani di Acropolis, Athena, Yunani (2009), III International Folklore Festival "Desde el fin del mundo di Chile (2010), 32nd Bali Arts Festival "Pesta Kesenian Bali XXXII 2010" di Bali (2010) dan Indonesian Night di Madrid atas undangan KBRI di Madrid, Spanyol (2010) dan Festival Asia di Barcelona, Spanyol (2011).

Sementara untuk di dalam negeri, Lis menjelaskan bahwa Puspo Budoyo kerap menggelar acara tahunan. "Di Taman Ismail Marzuki, dan Taman Mini Indonesia Indah juga sering kita adakan," ujarnya.

Sebelumnya juga telah berlangsung pagelaran-pagelaran kesenian serupa. Lis mengatakan, "Ketoprak 38 kali pagelaran, wayang orang 4 kali pagelaran, ludruk 4 kali pagelaran, lenong 1 kali pagelaran, sendratari 1 kali dan satu kali Lenong Asyik."

"Terakhir, untuk pertunjukan Jumat lalu (14/10). Kami mengadakan acara ke-50 - Ketoprak Campur Tokoh di Hall Senayan City (14/10), ternyata penonton yang datang melebihi kapasitas. Kami senang dengan antusiasme para penonton," paparnya.

"Kami bangga dan berterima kasih yang sebesar-besarnya pada para tokoh yang telah mendukung pagelaran-pagelaran Guyonan Campur Tokoh ini. Harapan kami dengan kesediaan para tokoh masyarakat yang lain untuk bersedia ikut manggung, agar kesenian tradisional Ketoprak ini tidak saja terselamatkan dari kepunahannya, tapi juga dapat menjadi kesenian nasional yang digemari oleh semua lapisan masyarakat," imbuhnya.

Tak hanya manggung, Puspo Budoyo juga membina generasi penerus. Tercatat, hampir 150 orang anak didik berusia 5-14 tahun yang diasuh untuk belajar seni musik tradisional angklung, kolintang, gamelan, rampak gendang, tari nusantara, vokal Jawa dan lain-lain.

"Pendidikan seni di Rumah Budaya Nusantara ini menggunakan sistem subsidi silang. Yang mampu, membayar iuran, sedangkan yang kurang mampu, tidak membayar iuran. Lalu Paguyuban Puspo Budoyo juga melakukan banyak kegiatan sosial," ujarnya.

Sumber : inilah.com
Diterbitkan di: 07 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.