Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Petualang Alam>Mengunjungi Gua Belanda dan Gua Jepang di Dago Pakar

Mengunjungi Gua Belanda dan Gua Jepang di Dago Pakar

oleh: goeng1998    
ª
 
Pengalaman ini disumbangkan bagi pendatang, yang belum banyak mengenal tempat wisata di kota Bandung, jalan menuju lokasi ini lumayan menanjak. Nah, sebaiknya disiapkan kendaraan yang cukup kuat untuk sampai ke lokasi ini. Kawasan wisata ini di bawah pengelolaan Perum Perhutani, sehingga disebut Taman Hutan Raya (THR) Ir. H. Djuanda, penduduk asli setempat lebih mengenal sebagai kawasan Dago Pakar.

Kawasan Dago Pakar ini, kurang lebih setengah jam perjalanan, dari pusat kota, pada kondisi normal. Normal disini kalau tidak terjebak kemacetan yang akhir-akhir ini, banyak ditemui di kota Bandung. Dari Alun-alun kota Bandung ( Pusat Kota ) perjalanan di arahkan ke jalan Ir. H. Djuanda, atau lebih dikenal sebagai jalan Dago, dikanan kiri jalan Dago banyak terdapat Factory outlet dan hotel, jadi soal penginapan tidak usah kuatir, mau yang paling standar sampai yang paling mahal dengan fasilitas lebihpun ada .

Nah, begitu sampai di jalan Dago, perjalanan diteruskan sampai ke kawasan Dago Pakar. Ada dua pintu masuk kawasan wisata ini, pintu pertama, tempat pengunjung perorangan, dan pintu kedua, dapat dilalui oleh kendaraan, tinggal pilih mana sesuai selera. Memasuki kawasan ini seolah berada dalam kawasan alam yang tertata rapih, seolah masuk ke dalam rimbunan pepohonan, setelah penat menelusuri padatnya pusat kota Bandung, seolah seperti ada di dunia lain.

Ada hal yang menarik dalam kawasan wisata Taman Hutan Raya ini, pertama, ada dua gua peninggalan perang dunia ke dua, Gua Belanda dan Gua Jepang. Gua Belanda ini jauh lebih besar dari gua Jepang, yang memang sudah dirancang sedemikian rupa, sebagai basis pertahana tentara Belanda waktu itu, kedua adalah gua Jepang, gua jepang ini ukurannya lebih kecil, tersembunyi dan tersebar di kawasan Dago Pakar, gua Jepang ukurannya lebih kecil, lebih sebagai lubang persembunyian tentara Jepang dari serangan tentara Belanda ataupun tentara republik, gua ini merupakan saksi sejarah pendudukan bangsa asing di tanah Sunda. Hal yang cukup menarik kalau bisa masuk kedalamnya, karena dipintu-pintu gua, disediakan pemandu. agar pengunjung tidak tersesat didalamnya. Penataan ruang dalam gua Belanda, jauh lebih teratur dari gua Jepang, tampaknya memang sudah didesain sedemikian rupa, lengkap dengan saluran udara, sehingga tidak terasa hawa pengap didalamnya, melainkan sejuk dan dingin.

Tidak cukup sampai disitu, bila diikuti ruas jalan kecil yang dibuat oleh Perum Perhutani, perjalan bisa sampai pada suatu daerah resapan air kota. Kawasan resapan air ini disebut Curug Dago. Curug yang dalam bahasa sunda berarti air terjun. Kalau curug Dago ini dibawah, pengelolaan Perusahaan Air Minum kota bandung, karena air yang berasal dari curug ini mengsuplai sebagian besar kebutuhan air masyarakat kota Bandung. Kawasan wisata ini cocok bagi yang suka akan keindahan alam dan pejalan kaki.

Diterbitkan di: 17 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.