Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Wisata>Petualang Alam>Pantai Sadeng, Obyek wisata dan Pelabuhan ikan terbesar di DIY

Pantai Sadeng, Obyek wisata dan Pelabuhan ikan terbesar di DIY

oleh: DwiNoor    
ª
 
Pantai Sadeng terletak di selatan wilayah Gunungkidul berjarak 40 Km dari Wonosari, Gunung Kidul. Terletak di Desa Songbanyu dan Desa Pucung Kecamatan Girisubo, berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri yang masuk Provinsi Jawa Tengah. Pantai Sadeng mempuntai Pendaratan Ikan (PPI) yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, potensi lain adalah Sungai Bengawan Solo Purba. Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.
Sadeng merupakan pelabuhan tradisional yang baru dikembangkan sejak tahun 1983, dimulai dari kedatangan serombongan nelayan asal Gombong. Pelabuhan ini pernah tidak aktif sebagai pelabuhan, dikarenakan kepercayaan penduduk setempat yang melarang melaut. Larangan itu berkaitan dengan mitos Ratu Laut Selatan serta kepercayaan bahwa Pantai Sadeng adalah pantai yang wingit. Pada tahun 1986, kegiatan menangkap ikan yang dilakukan oleh nelayan mulai beraktifitas kembali. Nelayan dengan jumlah yang terus bertambah seiring hasil tangkapan laut yang terus meningkat. Dari kondisi tersebut, pemerintah membangun sebuah mercusuar untuk memandu nelayan yang pulang melaut saat malam hari. Pengembangan terus berlangsung dengan penambahan infrastruktur pelabuhan dan sekaligus memfungsikan Pantai Sadeng sebagai pantai wisata. Tahun 1995, dibangun unit perkantoran untuk menangani hasil tangkapan nelayan. Dan jika kita berkunjung ke sana sekarang, akan terlihat proses relokasi beberapa titik perairan dangkal untuk mengembangkan mobilitas pelabuhan tersebut. Kesibukan sebuah pelabuhan merupakan wisata budaya yang cukup unik di pantai ini. Mulai dari sekelompok nelayan yang sedang menambal dinding perahu, mengangkut ikan dari dermaga, tengkulak dan pembeli yang berebut hasil tangkapan dan pondokan para nelayan adalah nuansa tersendiri yang terkadang menyentak rasa haru dan bangga.

Diterbitkan di: 16 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    wah aku belum sampai sana ... paling timur baru sondak Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.