Memang sebagian umat Islam tidak meyakini sistem perhitungan
ini, bahkan menganggapnya sebagai khurafat dan bid’ah. Tapi biarkan mereka
punya pandangan seperti itu. Tulisan ini hanya diperuntukkan bagi yang meyakini
adanya kebenaran sistem perhitungan ini. Lagi pula yang membuat kaidah perhitungan
ini seorang ulama besar Muhammad Ridha Ar-Ridhawi, dalam kitabnya Mujarrabat
Imamiyah.
Rasulullah
saw bersabda: “Di antara kebahagiaan seorang muslim adalah: isteri yang
shalehah, tempat tinggal yang luas, kendaraan yang menyenangkan, dan anak yang
shaleh.” (Al-Mustadrak 8: 258)
Rasulullah saw juga bersabda: “Di antara kebahagiaan seorang
muslim adalah luasnya tempat tinggal, tetangga yang shaleh, dan kendaraan yang
menyenangkan.” (Al-Wasail 5: 301).
Rasulullah saw juga bersabda: “Ada empat hal yang membahagiakan dan empat
hal yang mencelakakan. Empat yang membahagiakan adalah isteri yang shalehah,
tempat tinggal yang luas, tetangga yang shaleh, dan kendaraan yang
menyenangkan. Adapun empat hal yang mencelakakan adalah tetangga yang buruk,
isteri yang tidak baik, tempat tinggal yang sempit.” (Biharul Anwar 73: 154)
Ketika menjelaskan firman Allah swt: “Setiap mereka diberi
rizki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: Inilah yang pernah
diberikan kepada kami dahulu. Mereka diberi buah-buahan yang serupa…”
(Al-Baqarah: 25). Ketika menjelaskan kalimat “Mereka diberi buah-buahan yang
serupa”, Ibnu Mas’ud mengatakan:
Pertama adalah makanan yang warnanya bermacam-macam.
Kedua, semua baik dan tidak ada yang tercela.
Ketiga, buah-buahan di dunia tidak lebih baik dari
buah-buahan di surga.
Keempat, kelezatan dan sifat-sifat yang menyerupai antara
yang satu dengan yang lain. Kelima: Keserupaan dari segi kesesuaian, pembantu
sesuai dengan tempat tinggal, dan tempat tinggal serasi dengan kuda
(kendaraan). (Biharul Anwar 8: 81)
Secara batiniyah hadis-hadis tersebut memiliki makna tersendiri. Karena itu
sebagian ulama membuat kaidah perhitungan rumah atau tempat tinggal, agar
mengalirkan kebahagiaan, kemudahan rejeki dan keberkahan di dalamnya. Yakni
sistem pembagian 4 antara rumah dan penghuninya.
CARA MENGHITUNG
Hitunglah dengan nilai angka huruf ABJADUN nama alamat rumah dan nama orang
yang akan menempatinya. Kemudian jumlahkan keduanya lalu dibagi 4
(empat):
1 Jika sisanya 1 (satu), tempat tersebut banyak persoalan
yang melelahkan
2 Jika sisanya 2 (dua), tempat itu keadaannya sedang
3 Jika sisanya 3 (tiga), tempat tersebut keadaannya baik
untuk rizki
4 Jika sisanya 4 (empat), tempat itu mendatangkan
kebahagiaan, kemuliaan, bimbingan.
(Kitab Mujarrabat Imamiyah)